Mentan Amran Beserta Kasad Pantau Irigasi Pompanisasi di Sukabumi
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Sukabumi, Jabar [B2B] - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman beserta Kepala Staf TNI AD [Kasad] Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau irigasi bertekanan dan damprit yang dibangun atau swakelola tentara di Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa [3/6].
Menurut Mentan, kegiatan seperti ini perlu digelorakan mengingat irigasi dan sarana prasarana perairan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Apalagi, kata Mentan, Indonesia merupakan negara subur yang bisa menghasilkan berbagai komoditas unggulan dunia.
"Yang seperti ini [irigasi bertekanan dan damprit] harus kita gelorakan. Ini adalah solusi pasti dan kami akan memberi bantuan benih secara gratis," katanya.
Mentan Amran mengatakan, irigasi Ciemas di Kabupaten Sukabumi perlu diperbanyak dan juga diperluas di berbagai titik lainya guna membantu petani agar bisa berproduksi sepanjang hari, sehingga Indonesia dapat mempercepat swasembada dan juga lumbung pangan dunia.
"Ini bagus banget karena bisa memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan swasembada. Saya berharap bapak KSAD terus mengawalnya untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.
Diketahui, irigasi Ciemas nantinya ditargetkan mampu mengairi 1.200 hektare lahan sawah yang dikelola para petani setempat.
Untuk pengairan, TNI AD akan mengandalkan Curug Awang yang tak jauh dari lokasi. Sejauh ini, program pompanisasi dan pipanisasi dengan jarak empat kilometer sudah terpasang dengan pipa HDPE.
Mengenai hal itu, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan terimakasih atas bantuan dan perhatian jajaran kementan pada sektor pangan khususnya yang digarap TNI di sejumlah lokasi.
Dia berjanji, program ini akan diperluas ke beberapa daerah dengan skala yang lebih besar lagi.
"Kami dari TNI AD siap mendukung penuh upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan bangsa. Terlebih kita juga siap mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia," kata Kasad. [tim humas kementan]
Sukabumi of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program or the YESS, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
