Kementan Latih Petani Operasikan Drone Pertanian di Lokasi CSR Kapuas
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Kapuas, Kalteng (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai komitmen meningkatkan produksi padi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian. Sebagai bagian dari upaya tersebut, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menggelar pembekalan teknis pengoperasian drone pertanian pada Selasa (17/3).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan bahwa pelatihan ditujukan bagi personel Brigade Pangan di Desa Bina Mekar, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Pelatihan drone pertanian sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman agar Program CSR mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian pangan nasional. Ia menargetkan lahan cetak sawah dapat menghasilkan dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Potensi alam yang subur serta ketersediaan air yang melimpah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti bahwa program CSR merupakan langkah strategis mendukung swasembada pangan berkelanjutan, dengan menekankan pentingnya percepatan tanam di lahan yang telah dicetak.
“Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terus didorong. Tantangan ke depan adalah mempertahankan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional, bahkan menuju lumbung pangan dunia,” jelasnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menekankan pentingnya optimalisasi lahan CSR melalui modernisasi pertanian, pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan pelatihan drone pertanian bertujuan mendukung percepatan tanam di lokasi CSR.
“Ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian atau Alsintan dari Kementan untuk memodernisasi pengelolaan lahan,” katanya.
Angga Tri menambahkan, melalui pembekalan tersebut maka para personel Brigade Pangan diharapkan mampu memanfaatkan teknologi drone secara efektif dalam kegiatan pertanian.
Pembekalan ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari kemampuan navigasi udara, pemetaan lahan skala luas, hingga pemeliharaan perangkat drone pertanian. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Kapuas of Central Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
