Antisipasi Kekeringan, Kementan & Pemprov Banten Gertam Serempak 50 Ribu Ha
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Lebak, Banten (B2B) - Pemerintah RI senantiasa memperkuat komitmen menjaga ketahanan pangan nasional melalui Gerakan Tanam (Gertam) seluas 50 ribu hektare yang dilaksanakan secara serentak pada sejumlah wilayah, Kamis (30/4).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pangan dan mencatat berbagai prestasi di sektor pertanian.
Mentan Amran menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku pertanian yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pelaku sektor pertanian yang telah bahu-membahu hingga kita mampu meraih capaian yang baik,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, Suwandi menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus berdasarkan data Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Suwandi menanbahkan, Kementan telah mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat Sistem Peringatan Dini (Early Warning System), memantau data iklim secara intensif dan memetakan daerah rawan kekeringan.
Selain itu, Kementan juga mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan kebutuhan sarana air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, sumur dangkal maupun sumur dalam.
Bahkan, Kementan telah mengalokasikan dukungan untuk pengairan lahan kering dan tadah hujan hingga mencapai 1 juta hektare. Sekitar 200 Kepala Daerah pun telah mengonfirmasi usulan tersebut.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, seluruh komponen SDM pertanian di Provinsi Banten turut melakukan tanam bersama.
Dia juga mendorong penyuluh pertanian agar terus berinovasi dan aktif mendiseminasikan teknologi pertanian kepada petani.
“Penyuluh harus mampu menghadirkan solusi, meningkatkan produktivitas, serta menggerakkan generasi muda melalui Brigade Pangan sebagai upaya regenerasi petani,” katanya.
BB Pustaka
Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa institusinya turut berperan sebagai pendamping Brigade Pangan di Provinsi Banten.
Eko Nugroho mengatakan, Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) difokuskan pada dua kabupaten yakni Lebak dan Pandeglang.
"Di Kabupaten Lebak, total luas Oplah mencapai 67 hektar, yang tersebar di Kecamatan Malingping, Cipanas, Sajira, dan Muncang, dengan 14 Brigade Pangan yang telah terbentuk," katanya.
Kabupaten Pandeglang mencatat indeks pertanaman mencapai 3,4 kali per tahun dengan produktivitas sebesar 6,25 ton per hektare.
"Secara regional, produksi pertanian di Provinsi Banten juga menunjukkan tren positif, meningkat dari 620 ribu ton menjadi 680 ribu ton atau naik sekitar 60 ribu ton," ungkapnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis target swasembada pangan berkelanjutan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. [ferdiansyah/shinta/timhumas bbpustakakementan]
Lebak of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
