Cegah sejak Dini, Satgas Karhutla Mabes TNI Edukasi Siswa SMK-PPN Sembawa
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut ditempuh oleh TNI AD khususnya Kodim 0430/Banyuasin bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Mabes TNI melalui kegiatan ´Sosialisasi dan Edukasi´ siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Sembawa di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (1/9).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan yang berlangsung di Aula SMK-PPN Sembawa, Banyuasin bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap bahaya Karhutla, sekaligus mendorong peran aktif mereka dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, termasuk generasi muda.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga lahan pertanian dan lingkungan agar tetap produktif. Generasi muda harus menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” ujar Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pembangunan SDM pertanian tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pendidikan pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Edukasi tentang pencegahan karhutla menjadi bagian penting dalam membentuk SDM pertanian yang bertanggung jawab dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” jelas Idha.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan siswa SMK lingkup Kementan merupakan calon pelaku pembangunan pertanian di masa depan. Karena itu, kesadaran terhadap kelestarian lingkungan perlu menjadi bagian dari proses pendidikan.
“Siswa pendidikan vokasi pertanian dipersiapkan tidak hanya untuk memiliki keterampilan di bidang pertanian, juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMK-PPN Sembawa, Budi Santoso menyambut baik pelaksanaan sosialisasi dan edukasi Karhutla menjadi penting bagi siswa mengingat wilayah Sumsel merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi Karhutla.
“Anak-anakku, beberapa minggu ini kita melihat melalui berita maupun media sosial banyak informasi tentang terjadinya kebakaran hutan dan lahan, baik di Kalimantan maupun Sumatera. Kondisi ini juga mendapatkan perhatian dari Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahaya Karhutla, sekaligus mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan.
“Karhutla tidak hanya merusak ekosistem dan lahan, juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh hari ini, diharapkan dapat diterapkan dan disampaikan kembali kepada lingkungan sekitar,” kata Budi Santoso.
Sinergi TNI
Ketua Tim Satgas Karhutla Mabes TNI, Frans Surya Ginting, mengatakan sosialisasi kepada masyarakat dan satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dalam mencegah karhutla.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden kepada Panglima TNI untuk meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan Karhutla, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap.
“Melalui sosialisasi, kita menanamkan pemahaman kepada generasi penerus mengenai api dan dampak yang ditimbulkan ketika terjadi kebakaran lahan atau hutan. Dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan juga kesehatan, ekonomi dan kehidupan sosial,” kata Frans.
Dia berharap para siswa dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap adik-adik semua dapat memahami materi yang disampaikan dan menjadi agen di keluarga masing-masing, untuk ikut mencegah terjadinya Karhutla," tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian RI (Kementan), satuan pendidikan, pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Banyuasin.
Bahaya Karhutla
Kepala SMK-PPN Sembawa, Budi Santoso mengingatkan, siswa pendidikan vokasi pertanian dipersiapkan tidak hanya untuk memiliki keterampilan di bidang pertanian, juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa memahami bahaya Karhutla dan turut mengambil peran dalam pencegahannya,” ungkap Amin.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai penyebab dan potensi terjadinya karhutla, dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran.
Edukasi sejak dini dinilai penting karena siswa pendidikan vokasi pertanian merupakan generasi penerus yang nantinya akan berinteraksi langsung dengan sektor pertanian dan lingkungan di tengah masyarakat.
Kementan melalui BPPSDMP terus mendorong terbentuknya SDM pertanian yang profesional, berkarakter, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting membangun generasi muda pertanian yang tidak hanya mampu mengelola sumber daya pertanian, juga menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui edukasi yang dilakukan sejak dini, pencegahan Karhutla diharapkan dapat dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat, dengan generasi muda sebagai salah satu penggerak utamanya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
