Ketahanan Pangan, SMKPPN Kementan Kawal Gertam Serentak Muratara Sumsel
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Muratara, Sumsel (B2B) - Dalam upaya percepatan pencapaian kedaulatan pangan nasional, SMKPPN Sembawa mengawal Gerakan Tanam (Gertam) Padi Serentak oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) yang dipusatkan di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung yang berlangsung serempak pada 25 Provinsi.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, kegiatan Gertam Serentak Sumatera Selatan (Sumsel) dilaksanakan Kementan pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2 hektare milik Brigade Pangan Sejahtera Bersama.
Langkah awal pengelolaan hamparan seluas 55 ha di Desa Lesung Tau Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Jum´at (21/8) dihadiri oleh Tenaga Ahli Mentan bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan Irigasi, Hendri Sosiawan dan Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty serta sejumlah pihak terkait.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman senantiasa menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementan beserta stakeholders terkait harus turun ke lapangan guna memastikan perluasan areal tanam berjalan maksimal.
"Kita harus bergerak cepat dan serentak memanfaatkan ketersediaan air dan lahan yang ada," katanya.
Pangan adalah urusan hidup matinya suatu bangsa, ungkap Mentan Amran, teknologi dan mekanisasi adalah kunci utama untuk melipatgandakan produksi pertanian di tengah tantangan iklim global.
Edukasi Petani
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan tentang pentingnya peran SDM pertanian, termasuk generasi muda dan penyuluh mengadopsi teknologi modern pertanian demi keberlanjutan pangan.
"Pendampingan di lapangan oleh seluruh unsur SDM pertanian baik dari unit pelaksana teknis, penyuluh, maupun institusi pendidikan vokasi sangat krusial," katanya.
Kita tidak hanya menanam secara manual, ungkap Kabadan SDM, melainkan edukasi petani untuk beralih ke modernisasi agar proses bertani menjadi lebih efektif, efisien dengan produktivitas tinggi.
Hal senada disampaikan juga oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, yang menyoroti peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program.
“Keberhasilan tanam serentak sangat bergantung pada pendampingan penyuluh, mulai dari akses benih unggul hingga penerapan pola tanam yang tepat,” katanya.
SMKPPN Sembawa
Dalam arahannya, TA Mentan, Hendri Sosiawan memberikan perhatian pada pentingnya pengelolaan air dan irigasi sebagai faktor pendukung produktivitas pertanian.
"Optimalisasi sistem irigasi perlu dilakukan secara terpadu agar ketersediaan air dapat mendukung pola tanam dan meningkatkan indeks pertanaman," katanya.
Pemanfaatan teknologi inovasi dalam pengelolaan irigasi, kata Hendri Sosiawan, diharapkan mampu memberikan efisiensi dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso menegaskan pentingnya penerapan teknologi Pertanian Modern - Advanced Agrigulture System (PM AAS).
"Penerapan teknologi PM-AAS harus didukung penguatan pendampingan penyuluh dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, untuk meningkatkan efesiensi usaha tani, produktivitas padi dan kesejahteraan petani," katanya.
Drum Seeder
Sebagai bentuk nyata Gertam Serentak, prosesi penanaman padi di lahan 2 hektare tersebut ditutup secara simbolis menggunakan mesin drum seeder berupa alat tanam benih langsung disingkat Tabela," kata Budi Santoso usai mencapai alat Tabela.
Penggunaan teknologi drum seeder terbukti mampu menghemat waktu, menekan biaya tenaga kerja, serta menghasilkan kerapatan tanam yang lebih presisi dibandingkan metode konvensional.
Gertam Serentak di Musi Rawas Utara diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan pertanian.
Dengan sinergi dan pendampingan yang berkelanjutan di Kabupaten Musi Rawas Utara diharapkan semakin berperan dalam mendukung pencapaian target produksi pangan dan ketahanan Pangan Sumsel. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
North Musirawas of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
