Gandeng Polri, 200 Siswa SMK-PP Kementan Dibekali Kiat Aman Hadapi Ancaman Digital
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Teknologi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Di balik kemudahan yang ditawarkan, teknologi tersebut juga membawa tantangan berupa penyalahgunaan data, penipuan digital hingga berbagai modus kejahatan siber.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, kesadaran tersebut menjadi perhatian pada ´Training of Trainer (ToT) Paham AI´ yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kepolisian RI (Polri) pada Polres Banyuasin, berlangsung di Aula SMK-PP Negeri Sembawa, Selasa (18/8).
Kegiatan ´ToT Paham Ai´ dibuka oleh Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino diwakili oleh Kabag Ops Polres Banyuasin, Agung Wahyudi yang dihadiri
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Heri Purnomo mewakili Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai arahannya menekankan bahwa penguatan SDM dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
"Kementan juga terus mendorong transformasi digital dan peningkatan kapasitas SDM melalui pemanfaatan teknologi, termasuk AI," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan, pentingnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital.
"Transformasi digital membutuhkan SDM yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, juga memahami cara memanfaatkannya secara tepat guna, aman dan bertanggung jawab," katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso memgatakan, kegiatan ´ToT Paham Ai´ diikuti sekitar 200 siswa sebagai upaya membekali generasi muda dengan literasi digital, etika penggunaan AI dan pemahaman mengenai keamanan siber.
"Para siswa tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi AI, juga diajak memahami bagaimana teknologi digunakan secara bijak, aman, bertanggung jawab dan produktif," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, ungkap Budi Santoso, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi, memilah informasi, mengenali konten yang berpotensi menyesatkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman di ruang digital.
Sejumlah potensi kejahatan siber juga menjadi bagian dari materi antara lain penipuan daring, pencurian data pribadi, phishing, penyalahgunaan identitas, hoaks, hingga deepfake.
"Pemahaman tersebut dinilai penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengenali risiko yang muncul dari pemanfaatan teknologi digital," kata Budi Santoso.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi siswa SMK-PP Negeri Sembawa yang dipersiapkan menjadi generasi muda pertanian.
"Penguasaan teknologi digital diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan sektor pertanian yang semakin terhubung dengan teknologi dan inovasi," ungkap Budi Santoso.
Dukungan Polri
Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino diwakili Kabag Ops Polres Banyuasin, Agung Wahyudi membuka kegiatan ´ToT Paham AI´.
"Kegiatan ´ToT Paham AI´ bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai etika penggunaan AI, keamanan digital serta pencegahan berbagai modus kejahatan siber," katanya.
Menurutnya, kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kecakapan digital dan kesadaran terhadap risiko yang dapat muncul di ruang siber.
Agung Wahyudi mengimbau seluruh peserta ToT mengikuti rangkaian pembelajaran dan praktik dengan baik hingga mendapat sertifikat ´Paham AI´.
"Diharapkan pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta, juga dapat diteruskan pada teman, keluarga dan lingkungan sekitar," katanya.
Bijak Digital
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK-PP Negeri Sembawa, Heri Purnomo mengapresiasi pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 200 siswa mengikuti Sosialisasi Pemanfaatan AI dan Literasi digital yang diberikan oleh Tim Polres Banyuasin.
Heri Purnomo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai penggunaan AI secara bijak dan positif.
Selain itu, edukasi mengenai potensi pelanggaran hukum dan konsekuensinya diharapkan membuat siswa semakin berhati-hati dalam menggunakan teknologi digital.
“Harapannya, para siswa dapat memahami dan kemudian menularkan ilmu positif tersebut kepada rekan-rekan mereka,” kata Heri Purnomo.
Generasi Digital
Bagi siswa SMK-PP Negeri Sembawa, literasi AI bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi.
"Lebih jauh, mereka perlu memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, menjaga keamanan data, memverifikasi informasi dan memahami batas etika dalam pemanfaatan teknologi," kata Heri Purnomo.
Kegiatan ´Paham AI´ menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran tersebut. Terlebih, generasi muda pertanian akan menghadapi lingkungan kerja yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi, otomasi, kecerdasan buatan dan teknologi pertanian modern.
Melalui kegiatan ToT Paham AI, siswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna AI, juga mampu menjadi generasi muda yang cerdas digital, memahami risiko siber dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif.
Dari ruang kelas SMK-PP Negeri Sembawa, pesan yang dibangun pun sederhana: semakin canggih teknologinya, semakin tinggi pula tuntutan untuk menggunakannya secarabijak dan bertanggung jawab. [wulan/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
