SMK Go Global Hadir di Sembawa, 20 Alumni Siap Tembus Dunia Kerja Jepang
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Peluang kerja internasional semakin terbuka bagi lulusan pendidikan vokasi pertanian. Melalui program ´SMK Go Global´ sebanyak 20 alumni SMK PP Negeri Sembawa di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat pelatihan intensif untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.
Kegiatan yang digelar Rabu (26/8) merupakan bagian dari program yang diselenggarakan oleh UPT BP3MI Sumsel di bawah Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, program ´SMK Go Global´ menjadi langkah strategis membekali lulusan SMK dengan keterampilan, kemampuan bahasa dan pemahaman budaya kerja yang dibutuhkan di pasar kerja internasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman senantiasa mendorong generasi muda agar berani mengambil peluang, bekerja keras, serta tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi pertanian dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan daya saing.
"Lulusan pendidikan vokasi tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga kerja, juga sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, agripreneur muda, dan agen perubahan yang mampu membawa inovasi serta teknologi ke tengah masyarakat," katanya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin terus mendorong penguatan pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian serta perkembangan dunia kerja.
Melalui SMK Go Global, alumni SMK PP Negeri Sembawa diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, juga kemampuan berbahasa asing, memahami budaya kerja, memiliki sertifikasi kompetensi, serta mengetahui hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, pelatihan diikuti 20 alumni, terdiri atas 12 perempuan dan 8 laki-laki. Program dirancang intensif untuk meningkatkan kapasitas peserta, terutama kemampuan bahasa dan keterampilan yang menjadi persyaratan bekerja di Jepang.
SMKPPN Sembawa merupakan salah satu satuan pendidikan vokasi pertanian di bawah Kementerian Pertanian RI (Kementan) yang berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian terampil, adaptif, dan berdaya saing.
"Kehadiran program SMK Go Global semakin memperluas peluang alumni untuk mengembangkan karier, termasuk di sektor pertanian dan bidang terkait di luar negeri," katanya.
Pelatihan dibuka oleh Titin Pransisca, Wakil Kepala SMK PP Negeri Sembawa Bidang Humas dan Industri mewakili Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso yang dihadiri oleh Perwakilan BP3MI Sumatera Selatan, Hermin.
Alumni Go Global
Titin Pransisca mengatakan bahwa SMK PP Negeri Sembawa kembali dipercaya oleh KP2MI melalui UPT BP3MI Sumsel sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan program pelatihan vokasi global.
Dia mengapresiasi kepercayaan tersebut dan menegaskan komitmen sekolah untuk mendampingi peserta selama mengikuti proses pelatihan hingga siap menghadapi tahapan penempatan.
“Program ini menjadi kesempatan sangat baik bagi alumni, untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang karier di tingkat internasional. Kami akan terus mendampingi peserta agar mereka benar-benar siap sebelum berangkat ke negara tujuan,” kata Titin Pransisca.
Perwakilan BP3MI Sumatera Selatan, Hermin, mengatakan program tersebut dirancang untuk mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja luar negeri pada sektor middle-skilled, termasuk caregiver dan sektor potensial lainnya di Jepang.
“Keberhasilan penempatan ke luar negeri membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan komitmen penuh dari para peserta,” ujar Hermin.
Job Matching
Perwakilan BP3MI Sumatera Selatan, Hermin menegaskan pemerintah memberikan dukungan anggaran dan pendampingan agar peserta dapat mengikuti seluruh tahapan hingga job matching dan keberangkatan.
"BP3MI Sumatera Selatan juga akan melakukan evaluasi secara berkala bersama para instruktur, termasuk melalui pre-test dan post-test untuk memantau perkembangan peserta," katanya.
Pendampingan tersebut diarahkan agar peserta mampu memenuhi persyaratan bahasa, termasuk target kemampuan bahasa Jepang setara N4/A2, serta mengikuti skill test sebagai bagian dari proses menuju penempatan.
“Melalui program pelatihan ini, pemerintah berharap para peserta terpilih dapat menjadi contoh sukses pekerja migran yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mengharumkan nama daerah di kancah internasional,” katanya.
Titin Pransisca menambahkan, program Go Global sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan lulusan mengenai peluang kerja internasional.
"Dengan persiapan yang matang, para alumni diharapkan mampu bersaing secara profesional, beradaptasi dengan lingkungan kerja global, serta membawa nama baik Indonesia di kancah internasional," katanya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
