Bulog Serap Gabah Petani

"Menjaga Harga, Kuatkan Pangan Negeri”


Bulog Serap Gabah Petani
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho mengatakan upaya stabilisasi tidak hanya dilakukan di lapangan, juga melalui edukasi maka BB Pustaka menggelar kegiatan Love (Live of Agriculture Virtual Literacy) pada awal Maret 2026 bertajuk ´Sinergi Bulog dengan Brigade Pangan.´

 

 

HAMPARAN sawah yang menguning selalu menjadi simbol harapan bagi petani. Namun, di balik panen yang melimpah, persoalan klasik kerap muncul, harga gabah yang anjlok saat produksi meningkat. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah strategis dengan menggandeng Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menyerap gabah petani, bahkan untuk berbagai kualitas.

Literasi Pertanian
Upaya stabilisasi tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui edukasi. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar kegiatan Love (Live of Agriculture Virtual Literacy) pada awal Maret 2026 dengan tema “Sinergi Bulog dengan Brigade Pangan”. 

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi petani dan penyuluh untuk memahami kebijakan penyerapan gabah sekaligus memperkuat literasi pertanian.

Brigade Pangan
Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus mengembangkan Brigade Pangan sebagai penggerak utama di lapangan. 

Hingga Maret 2026, sekitar 4.400 Brigade Pangan telah terbentuk di berbagai wilayah, baik di lahan rawa maupun non-rawa.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Sinergi yang kuat diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan.

Peran Strategis Bulog
Dalam skema ini, Bulog berperan sebagai penyerap utama gabah petani. Melalui kerja sama dengan Brigade Pangan, proses penyerapan dilakukan lebih terstruktur, mulai dari pengaturan waktu panen, jumlah, hingga harga sesuai ketentuan pemerintah.

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho menyebutkan bahwa kerja sama ini bahkan menjadi salah satu unit bisnis Brigade Pangan. Penyuluh pertanian turut berperan penting dengan menyediakan data jadwal dan lokasi panen sebagai dasar koordinasi.

Penguatan Cadangan Pangan
Kadiv Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Bulog, Mohamad Alexander mengungkapkan bahwa Bulog menargetkan pengadaan beras sebesar 4 juta ton pada 2026, meningkat dari 3 juta ton pada tahun sebelumnya.

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram dan HPP beras Rp12.000 per kilogram.

Kebijakan tersebut menjadi instrumen penting menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus menjamin ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). 

Didukung oleh sekitar 1.500 gudang dengan kapasitas total 4,5 juta ton, Bulog memperkuat perannya sebagai pengelola komoditas strategis nasional.

Komitmen Serap Gabah
Salah satu langkah progresif Bulog adalah komitmennya sebagai off taker yang siap menyerap gabah petani tanpa persyaratan kadar air tertentu. 

Hal ini dimungkinkan karena Bulog memiliki fasilitas pengeringan sendiri. Meski demikian, untuk pembelian dalam bentuk beras, standar mutu tetap diberlakukan guna menjaga kualitas.

Tantangan Lapangan 
Di balik berbagai upaya tersebut, sejumlah kendala masih dihadapi. Musim penghujan kerap menghambat proses pengeringan gabah dan meningkatkan risiko gabah berkecambah. 

Selain itu, keterbatasan modal, armada angkut, serta keterlambatan pembayaran masih menjadi tantangan yang mendorong petani menjual gabah ke tengkulak dengan harga lebih rendah.

Kunci Ketahanan Pangan
Melalui sinergi antara Kementan, Bulog, Brigade Pangan, dan penyuluh, pemerintah optimistis penyerapan gabah akan semakin optimal. 

Kolaborasi tersebut menjadi kunci menjaga harga di tingkat petani, memperkuat cadangan pangan, serta memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Pada akhirnya, langkah tersebut bukan sekadar soal menyerap gabah, tetapi juga menjaga keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani Indonesia. (Ayu/Shinta Tim Humas BB Pustaka)

 

 

Disclaimer : B2B adalah bilingual News, dan opini tanpa terjemahan inggris karena bukan tergolong berita melainkan pendapat mewakili individu dan/atau institusi. Setiap opini menjadi tanggung jawab Penulis