Ibu Iriana Widodo Kunjungi KRPL Kampung Sejahtera Binaan Kementan di Tangerang

Indonesia First Lady Visited Urban Farming in Banten`s Tangerang

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Ibu Iriana Widodo Kunjungi KRPL Kampung Sejahtera Binaan Kementan di TangerangIbu Negara Iriana Widodo dan Ibu Mufidah Kalla didampingi para istri menteri dari OASE-KK meninjau kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di Desa Kohod, Tangerang, yang didukung oleh BPTP Banten (Foto2: B2B/Mya)

Tangerang, Banten (B2B) - Ibu Negara Iriana Widodo dan Ibu Mufidah Kalla didampingi para istri menteri, Rabu (2/8) mengunjungi Kampung Pintu Air di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yang merupakan salah satu dari tiga desa pilot project 'kampung sejahtera' yang diinisiasi Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) didukung oleh kementerian dan lembaga pemerintah untuk meningkatkan pembangunan desa dan kualitas hidup warganya.

Rombongan Ibu Iriana Widodo disambut oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan istri. Anak-anak balita peserta pendidikan anak usia dini (PAUD) Cahaya Lestari turut menyambut dengan menyalami dan bernyanyi bersama. Kepada peserta PAUD, Ibu Iriana dan Ibu Mufidah membagikan tas dan peralatan sekolah.

Kegiatan dilanjutkan meninjau pos pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Terpadu (Posyandu), dan pelayanan IVA Test untuk pemeriksaan dini kanker bagi ibu.

Rombongan melanjutkan peninjauan dengan berjalan kaki keliling Kampung Pintu Air, fokus perhatian pada kebun pembibitan sayur-mayur dengan memanfaatkan lahan pekarangan melalui program optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang didukung oleh Kementerian Pertanian RI.

KRPL di 'Kampung Sejahtera' di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji dikembangkan warga desa di bawah binaan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten sejak tahun lalu, fokus pada pemberdayaan masyarakat untuk kegiatan pelatihan kepada kelompok wanita tani (KWT) beranggotakan 500 orang, untuk pengembangan tanaman sayuran, kebun bibit desa, pengembangan ternak ayam, ternak kambing dan sapi.

"Kegiatan KRPL terbukti mendatangkan manfaat bagi warga khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Dulu, sebagian pekarangan warga tidak dimanfaatkan secara baik, kini warga desa antusias bercocok tanam setelah ada KRPL," kata Kepala BPTP Banten, Mohammad Yusron kepada pers.

Tangerang, Banten (B2B) - Indonesian first lady Iriana Widodo and Mrs Mufidah Kalla accompanied by wives of ministers here on Wednesday (August 2) visited Pintu Air hamlet of Kohod village in Tangerang district, Banten province which is one of three pilot project of Kampung Sejahtera to improve village development and quality of life of the villagers.

Their visit was greeted by Tangerang Regent Ahmed Zaki Iskandar and his wife. Toddlers participants  of early childhood education (PAUD) Cahaya Lestari warmly welcomed and then sang together. To the toddlers, Iriana Widodo and Mufidah Kalla provide bags and school equipment.

The activity is continued by visiting the integrated family planning and health center called the Posyandu, and IVA Test for early breast cancer screening.

Iriana Widodo and the entourage continue the tour by walking around in Pintu Air village, focus on vegetable nursery as urban farming supported by the agriculture ministry.

Urban farming in Kampung Sejahtera in Pakuhaji subdistrict was developed by villagers under the supervision of Banten's Agricultural Technology Agency called the BPTP Banten since last year to empower the villagers through training of 500 women farmers for development vegetable crops, poultry, goats and cattle.

"The urban farming activities developed by BPTP Banten have proved beneficial for the villagers, especially to meet the family's food needs. In the past, most of house yard was abandoned, but now they are enthusiastic to develop urban farming," Director of the BPTP Banten, Mohammad Yusron told the press.