Benih Jagung Gratis 80 Ribu Hektar, Bonus Mentan untuk Gorontalo

Gorontalo Corn Production Exceeds the Indonesian Government`s Target

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Benih Jagung Gratis 80 Ribu Hektar, Bonus Mentan untuk GorontaloMentan Andi Amran Sulaiman (berkalung bunga) menyambut gembira hasil panen jagung Gorontalo didampingi Gubernur Rusli Habibie (Foto: Humas Kementan)

Jakarta (B2B) - Pemerintah RI tahun ini akan menyediakan benih jagung gratis seluas 80 hektar untuk Provinsi Gorontalo, setelah melampaui target produksi 57 ribu ton menjadi 70 ribu ton untuk 2017, yang dicapai Gorontalo pada Mei 2018 dan hasilnya diekspor ke mancanegara khususnya Filipina.

“Karena prestasi Gorontalo, saya beri bantuan bibit seluas 80 ribu hektare. Ini bantuan bibit terbesar sepanjang sejarah kami," kata Mentan Andi Amran Sulaiman di sela panen raya jagung di Kabupaten Boalemo, Gorontalo pada Jumat (4/5).

Menurutnya, produksi jagung Gorontalo per Mei 2018 sudah mencapai 70 ribu ton, lebih tinggi dari target 57 ribu ton yang berhasil dicapai Mei 2018.

Bukan hanya itu dukungan Kementerian Pertanian RI, Mentan juga menjanjikan mesin pengering untuk Gorontalo. "Selama kadar air jagung berada di 14 persen, pemerintah pasti akan membelinya."

Jakarta (B2B) - The Indonesian government this year will provide free corn seed 80 hectares for Gorontalo province on Sulawesi island, after the production target of 57 thousand reached 70 thousand tons for 2017, according to agriculture minister.

"Because of Gorontalo´s achievements, I give free seeds for 80 thousand hectares. The greatest number in Indonesian history," said Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman in Boalemo district of Gorontale province on Friday last week (May 4).

According to him, Gorontalo corn production as of May 2018 has reached 70 thousand tons, higher than the target of 57 thousand tons achieved in May 2018.

Not only that ministry support, Minister Sulaiman also promised a corn dryer for Gorontalo. "Keep the water content 14 percent."