Pelunasan Utang Yen tidak Dipercepat

Gov`t Loosens Debt Settlement in Yen

Reporter : Gatot Priyantono
Editor : Taswin Bahar
Translator : Dhelia Gani


Pelunasan Utang Yen tidak Dipercepat
Foto: bisnis.com

Jakarta (B2B) - Pemerintah tidak akan mempercepat pembayaran utang luar negeri berdenominasi yen di tengah pelemahan nilai tukar mata uang Jepang ini. Hal ini karena ketiadaan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mempercepat pembayaran.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) utang luar negeri Indonesia per Januari 2013 mencapai US$27,65 miliar atau 23,9% dari total utang luar negeri sebesar US$126,2 miliar.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan pelemahan nilai tukar yen memberi keuntungan berupa penurunan nilai utang secara rupiah. Namun, pelemahan ini tidak akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembayaran utang karena tidak ada pagu anggaran.

“Kami bayar sesuai yang dianggarkan APBN, sehingga hanya yang jatuh tempo saja,” kata Robert.

Jakarta (B2B) - Government will not speed up yen-denominated foreign debt settlement amid Japan’s weakened currency exchange. This is because the lack of funds in the State Budget (APBN) to accelerate the payment. 

Based on Bank Indonesia (BI)’s data, Indonesia’s foreign debt as of January 2013 reached US$ 27.65 billion, or 23.9 percent from total foreign debt amounting to US$ 126.2 billion.

Acting Director General of Debt Management at the Ministry of Finance Robert Pakpahan said that weakened yen currency exchange benefited Indonesia in terms of declined debt value in rupiah.

"We pay as budgeted state budget, so just maturing," said Robert.