IHSG Ditutup Menguat 1,32% ke Level 4.432

Jakarta Index Rose 1,32 Percent to 4,432

Reporter : Gatot Priyantono
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


IHSG Ditutup Menguat 1,32% ke Level 4.432
Ilustrasi: Mail Online

Jakarta (B2B) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Selasa (8/10) lantaran meningkatnya cadangan devisa negara. Cadangan devisa Indonesia naik menjadi US$95,7 pada akhir September dari US$93 miliar sebulan sebelumnya.

IHSG menguat 75,55 poin atau naik 1,32% menjadi 4.432 poin dengan indeks LQ45 ditutup naik 1,62% menjadi 743,25 poin.

"Peningkatan data ekonomi domestik mendorong naiknya IHSG," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Selasa.

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 7,25% juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan indeks, kata Purwoko.

Dia mengatakan indeks BEI menguat setelah jatuh di awal perdagangan akibat kekhawatiran default AS yang mengalami kebuntuan atas meningkatnya batas pinjaman AS.

Ada 137.379 transaksi pada perdagangan Selasa di BEI yang memperdagangkan 3.579 juta saham senilai Rp4.463 triliun berpindah tangan.

Pasar regional seperti Hang Seng mencatat kenaikan 0,89% pada indeks 23,178.85 poin indeks dengan indeks Nikkei-225 naik 0,30% menjadi 13,894.61 poin dan Straits Times naik 0,42% menjadi 3,149.17 poin.

Sementara rupiah diperpanjang keuntungan terhadap dolar AS pada pengembalian modal asing ke dalam negeri.

Jakarta (B2B) - The Jakarta Composite share price index closed higher on Tuesday on an increase in the country`s foreign exchange reserve.

The index of the Indonesian Stock Exchange (BEI) rose 75.55 points or 1.32 percent to 4,432 points with the index of 45 most liquid stocks up 1.62 percent to 743.25 points.

"Improved domestic economic data pushed up the BEI index again," Panin Sekuritas` analyst Purwoko Sartono said here on Tuesday.

The decision of Bank Indonesia to maintain its benchmark interest rate (BI Rate) at 7.25 percent also contributed to the rise in index, Purwoko said.

He said the BEI index rose after falling in early trading on fear of US default with standoff over raising the US borrowing limit.

There were 137,379 transactions in Tuesday trading at the BEI with 3.579 billion shares worth Rp4.463 trillion changing hands.

Regional markets such as Hang Seng recorded a 0.89 percent rise in index to 23,178.85 points with Nikkei-225 index up 0.30 percent to 13,894.61 points and that of Straits Times gaining 0.42 percent to 3,149.17 points.