Daging Sapi untuk Jakarta, Jokowi Gandeng NTT

Jakarta Want to Develop Cattle Breeding with East Nusa Tenggara

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Daging Sapi untuk Jakarta, Jokowi Gandeng NTT
Jokowi memantau pasokan daging sapi di Jakarta (Foto: kompas.com)

Jakarta (B2B) - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya akan melakukan kerjasama di bidang pengembangan peternakan sapi. Kerjasama ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi bagi warga Jakarta.

"Saya bicara dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya soal peternakan sapi di NTT. Di NTT sapi banyak, daging juga banyak. Mau ngembangin ternak sapi di sini juga bisa. Sudah dibicarakan enam bulan lalu dan baru ketemu sekarang," ujar Jokowi di Kupang, NTT, Selasa (29/4).

Namun Jokowi mengatakan, hingga saat ini kedua belah pihak belum membicarakan kerjasama secara detail mengenai masalah pengiriman daging olahan atau NTT hanya mengirimkan sapi-sapi ke Jakarta.

"Bisa dalam bentuk potongan daging atau sapi. Oleh sebab itu, dilihat dulu rumah potong hewan yang murah yang mana," ungkapnya.

Menurut Jokowi, kerjasama ini juga dapat mengurangi ketergantungan impor sapi. Apalagi, NTT merupakan daerah yang dapat mengembangkan ternak sapi.

"Arahnya ke situ. Kalau kerjasama di sini bisa untung, DKI Jakarta untung, artinya kita punya stok daging dan sapi yang cukup," ungkapnya.

Ia menambahkan, kerjasama ini bukan hanya untuk mengantisipasi tingginya permintaan daging menjelang bulan puasa dan lebaran, tetapi lebih kepada memenuhi kebutuhan daging bagi warga Jakarta.

"Bukan hanya lebaran, 60 persen konsumsi daging nasional ada di Jakarta. Itu yang harus dijaga," tandasnya, seperti dilansir beritajakarta.com.

Sekadar diketahui, sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan kerjasama di bidang peternakan dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

Jakarta (B2B) - Jakarta Governor Joko Widodo (Jokowi) and East Nusa Tenggara (NTT) Governor Frans Lebu Raya are going to cooperate in the sector of cattle breeding development. The cooperation aims to meet beef needs in the capital city.

“I've been talked to NTT Governor Frans Lebu Raya about cattle breeding in NTT. In NTT, the cows and meat are abundant. We want to develop cattle breeding here (in Jakarta) as well. This matter has been talked about six months ago, but we just met today,” Jokowi said in Kupang, NTT, Tuesday.

Moreover, Jokowi admitted that the detail about this cooperation has not been discussed.

“It could be in the form of cutlet or cow. That’s why I wanted to check which slaughterhouse that is cheap,” he told.

According to Jokowi, this cooperation could also reduce dependency on imported cattle. Moreover, NTT is an area that can develop cattle breeding.

“That is our target. We could reap benefit, Jakarta could have enough stock of meat and cattle,” he uttered.

Besides anticipating high demand for meat before the fasting month and Eid ul Fitr, Jokowi added, this cooperation can also meet beef needs for Jakartans.

“Not only Eid ul Fitr, 60 percent of national meat consumption is in Jakarta. This must be maintained,” he stressed.

Previously, Jakarta Provincial Government had also cooperated with Lampung Provincial Government in livestock sector.