Farmtastic BBPKH Cinagara, Pensiunan PLN Antusias Belajar Olahan Susu Sapi Kambing
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian RI (Kementan) maka Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara senantiasa berperan aktif meningkatkan kapasitas SDM bidang pertanian dan peternakan.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan Kementan melalui berbagai program pelatihan dan edukasi, salah satunya Farmtastic, yang menghadirkan pembelajaran aplikatif dan berbasis pengalaman langsung.
BBPKH Cinagara menggelar kegiatan edukatif Farmtastic melalui kunjungan kolaboratif dari PT Merapi Farm, Sleman bersama Udiklat PLN Megamendung pada Senin (13/4) menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi para peserta.
Kegiatan Farmtastic sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya penguatan hilirisasi produk peternakan, sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah sektor pertanian.
“Pengolahan hasil ternak harus terus didorong agar memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat. Pelatihan dan edukasi seperti ini, kita membangun kemandirian dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa peningkatan kompetensi SDM menjadi kunci mendorong kemajuan sektor pertanian dan peternakan.
“Penguatan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan aplikatif berbasis kebutuhan lapangan menjadi prioritas. Kegiatan seperti Farmtastic sangat strategis mendorong lahirnya pelaku usaha baru di bidang peternakan,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan Farmtastic digelar untuk mendorong kemandirian serta peningkatan nilai tambah usaha agribisnis masyarakat.
"Sebanyak 28 peserta yang merupakan pensiunan PLN mengikuti kegiatan dengan antusias. Kali ini, peserta mendapat edukasi mengenai pengolahan hasil pangan asal hewan, khususnya susu sapi dan susu kambing menjadi berbagai produk bernilai tambah," katanya.
Inneke Kusumawaty menambahkan, materi yang diberikan meliputi praktik pembuatan yoghurt, kefir, serta sabun berbahan dasar susu.
"Peserta mendapatkan pemahaman teoritis, juga terlibat langsung pada proses pembuatan produk, sehingga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan mudah diterapkan," ungkapnya lagi.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi berlangsung, baik dalam diskusi maupun praktik. Salah satu peserta, Tri Susanto apresiasi kegiatan Farmtastic
“Kegiatan sangat menambah pengetahuan kami. Ke depan, kami sangat tertarik untuk memelihara kambing. Semoga usaha ini bisa berkembang,” ujarnya.
Produk Olahan Ternak
Inneke Kusumawaty menyampaikan bahwa kegiatan Farmtastic merupakan bagian dari upaya nyata, meningkatkan kapasitas SDM bidang peternakan dan kesehatan hewan, khususnya dalam pengolahan hasil ternak.
Kementan memberikan pemahaman komprehensif pada masyarakat bahwa hasil ternak seperti susu tidak hanya dikonsumsi secara langsung, juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah yang potensial meningkatkan pendapatan.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh para pensiunan PLN," katanya.
Inneke Kusumawaty melalui kegiatan tersebut, BBPKH Cinagara terus menunjukkan komitmennya mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya pengembangan usaha peternakan dan pengolahan hasil ternak bernilai ekonomi tinggi.
"Kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi serta mendorong kemandirian masyarakat di bidang agribisnis," ungkapnya lagi. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
