Link and Match Industri, SMK PP Kementan Fasilitasi Rekrutmen Mitra Swasta
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Sembawa kembali memperkuat sinergi dengan dunia industri melalui kegiatan ´Rekrutmen Reguler dan RISE Program bersama PT Medion Farma Jaya´ pada Rabu (17/6) menjadi salah satu upaya sekolah memperluas akses kerja bagi siswa dan alumni.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan rekrutmen berlangsung di Ruang Rapat SMK PP Negeri Sembawa, yang diikuti oleh 27 peserta, terdiri atas sembilan siswa kelas XI Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas (ATU) dan 18 alumni.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Kita harus memastikan bahwa lulusan lembaga pendidikan pertanian tidak hanya memegang ijazah, tetapi benar-benar memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh industri," katanya.
Menurut Mentan Amran, kemitraan dengan perusahaan besar adalah bukti nyata bahwa kurikulum pendidikan vokasi lingkup Kementan link and match dengan kebutuhan pasar kerja.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa , tingginya serapan lulusan pada dunia kerja menjadi indikator keberhasilan pendidikan vokasi pertanian.
"Transformasi pertanian membutuhkan SDM muda yang responsif dan siap kerja. Melalui program rekrutmen ini, penyerapan tenaga kerja sektor agribisnis yang kompeten dan berintegritas dapat dipercepat," kata Arsanti.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menilai kemitraan antara lembaga pendidikan dan industri merupakan langkah strategis menyiapkan generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan para peserta kegiatan ´Rekrutmen Reguler dan RISE Program bersama PT Medion Farma Jaya´ berkesempatan mengikuti seleksi langsung dari perusahaan yang bergerak di bidang farmasi veteriner dan peralatan peternakan tersebut.
Budi Santoso diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca menjelaskan bahwa PT Medion merupakan salah satu mitra industri yang telah lama bekerja sama dengan SMKPPN Sembawa.
"Kolaborasi tersebut mencakup sinkronisasi kurikulum, penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan (PKL) hingga penyerapan lulusan," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, tambah Titin Pransisca, siswa dan alumni memperoleh peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja dan membangun karier profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
Mitra Swasta
District Assistant Manager PT Medion Palembang, Rahmayudin Aziez mengatakan pada rekrutmen tersebut, PT Medion membuka empat posisi yakni Vaksinator, Field Assistant, Karyawan Gudang, dan Asisten Administrasi.
"Seluruh posisi tersebut dapat dilamar oleh lulusan SMA/SMK sederajat. Medion melihat potensi besar dari siswa maupun alumni SMK PP Negeri Sembawa," katanya.
Rahmayudin Aziez mengatakan, melalui Rekrutmen Reguler dan RISE Program, Medion ingin menjaring talenta terbaik yang memiliki kedisiplinan serta pemahaman teknis peternakan yang kuat.
"SMK PP Negeri Sembawa selalu menjadi mitra strategis kami dalam memenuhi kebutuhan SDM berkualitas," katanya.
Dia menambahkan, proses seleksi berlangsung secara bertahap dan kompetitif meliputi tes tertulis serta psikotes.
Titin Pransisca mengakui, SMK PP Negeri Sembawa berharap dapat terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
