Sapi dan Kerbau, Populasinya Turun 2,5 Juta Ekor di 2013

Cows and Buffaloes Population in 2013 Fell by 2.5 Million Head

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Sapi dan Kerbau, Populasinya Turun 2,5 Juta Ekor di 2013
Foto: istimewa

Jakarta (B2B) - Populasi sapi dan kerbau di seluruh Indonesia per 1 Mei 2013 tercatat mencapai 14,2 juta ekor dan terjadi penurunan 2,5 juta ekor dibandingkan populasi per 1 Juni 2011.

Kepala BPS Indonesia Suryamin mengatakan, berdasarkan hasil sementara Sensus Pertanian 2013 mencatat tiga provinsi memiliki sapi dan kerbau terbanyak yakni Jawa Timur sebanyak 3,8 juta ekor, Jawa Tengah 1,7 juta ekor dan Sulawesi Selatan sebanyak 1,1 juta ekor.

"Sementara  provinsi yang paling sedikit memiliki sapi dan kerbau adalah DKI Jakarta, jumlah populasinya hanya lima ribu ekor," kata Suryamin kepada pers di Jakarta, Senin (2/9).

Menurut Suryamin, Sensus Pertanian 2013
merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan BPS setiap 10 tahun sekali sejak 1963.

Secara absolut, kata Suryamin, penurunan populasi sapi dan kerbau terbesar dari 2011 ke 2013 terjadi di Provinsi Jatim yang mencapai 1,2 juta ekor dan penurunan terendah terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 0,3 ribu ekor.

“Banyak sapi lokal yang dipotong atau dijual karena kebutuhan terhadap daging sapi masih tetap tinggi. Tetapi di satu sisi, impor daging sapi dikurangi,” tuturnya.

Sementara itu, kenaikan populasi sapi dan kerbau terbesar terjadi di Sulawesi Tengah sebanyak 18,5 ribu ekor dan kenaikan terkecil di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 31 ekor.

Jakarta (B2B) - The population of cows and buffaloes in Indonesia by May 1, 2013 totaled 14.2 million head, compared to the population by June 1, 2011 decreased 2.5 million head.

Head of the Central Statistics Agency (BPS) Suryamin said, based on interim results of Agricultural Census 2013, the population of cows and buffaloes highest in East Java to 3.8 million head, 1.7 million head of Central Java, and South Sulawesi has 1.1 million head.

"While most provinces have fewer cows and buffaloes are DKI Jakarta, only five thousand head of population," Suryamin told reporters in Jakarta, Monday (2/9).

According Suryamin, Agricultural Census 2013 is the sixth agricultural census BPS held once every 10 years since 1963.

In absolute terms, Suryamin said, cows and buffaloes population decline in most of 2011 to 2013 occurred in East Java province which reached 1.2 million and the lowest decrease occurred in Central Kalimantan as much as 0.3 thousand heads.

"Many local beef is cut or sold because demand for beef remains high. But on the one hand, reduced beef imports," he said.

Meanwhile, cows and buffaloes population increase highest in Central Sulawesi as many as 18.5 thousand heads and the lowest increase in Riau Islands by 31 tails.