Demokrat Tuding Nazaruddin Dendam pada SBY
Democrat Accuses Nazaruddin of Bearing Grudge against SBY
Reporter : Gatot Priyantono
Editor : Ismail Gani
Translator : Intan Permata Sari
Jakarta (B2B) - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin dinilai memiliki dendam pribadi terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya. Hal itu terkait penyebutan nama Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), putra SBY di sidang Angelina Sondakh.
Tudingan tersebut dilontarkan Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati menyikapi pernyataan Nazaruddin saat memberikan kesaksian dalam persidangan kasus pengurusan anggaran Kemenpora dan Kemendikbud dengan terdakwa Angelina Sondakh atau Angie.
"Penyebutan nama Edhie Baskoro Yudhoyono oleh Nazaruddin dalam sidang Angelina Sondakh adalah fitnah dan upaya pembusukan," kata Andi Nurpati melalui pernyataan tertulisnya, yang diterima Jumat (30/11).
Nurpati mengingatkan Nazaruddin agar tidak gegabah dalam menyeret-nyeret nama Ibas dalam persoalannya. Nazar, lanjut Nurpati, lebih baik berupaya untuk meringankan beban hukum yang dihadapinya. Tidak menyeret-nyeret pihak lain yang tidak bersalah, dalam hal ini putra bungsu SBY.
"Mengimbau saudara Nazaruddin agar lebih fokus pada pembelaan dirinya dalam persoalan hukum yang dialami," katanya.
Sidang Angelina
Dalam sidang Angelina Sondakh yang digelar Kamis (29/11) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Nazaruddin saat menjadi saksi mengaku selama menjabat Bendahara Umum Partai Demokrat, selalu melaporkan pengeluaran uang dari partai Demokrat kepada Ibas.
Pasalnya, dari Rp64 miliar uang yang masuk ke Partai Demokrat selama dirinya menjabat Bendahara Umum, menjadi kewajibannya untuk melaporkan pengeluaran.
“Selama jadi Bendahara umum Demokrat, saya laporkan setiap bulan pada ketua umum dan sekretaris umum, Mas Ibas. Saya laporkan semuanya secara detail,“ ungkap Nazarudin dalam kesaksiannya di Tipikor, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Nazar yang dicecar oleh kubu kuasa hukum Angie, Teuku Nasrulah pun meminta penjelasan, siapakah nama Ibas yang dimaksudkannya itu dalam orang yang meminta pertanggungjawaban keluarnya uang. “Ya itu Ibas Yudhoyono. Pokoknya yang ada Yudhoyonolah,“ imbuhnya.
Jakarta (B2B) - Former Treasurer of Democrat Party, M Nazaruddin, is assumed of bearing a personal grudge against Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) and his family related to the mention of the party’s Secretary General,
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), SBY’s son in the trial of Angelina Sondakh.
The accusation is stated by Spokesperson of the party, Andi Nurpati, responding to Nazaruddin’s statement when testifying in the trial of Ministry of Sport and Youth (Kemenpora) and Ministry Education and Culture (Kemendikbud) budget case with suspect Angelina Sondakh or Angie.
“The mentioning of Edhie Baskoro Yudhoyono by Nazaruddin in Angie’s trial is a slander and degrading effort,” said Andi in a written statement received on Friday (30/11).
Nurpati reminded Nazaruddin to not be careless in saying that Ibas is involved the case. Nazar, she said, is better try to alleviate his case rather than dragging other people, in this case, SBY’s youngest son.
“I urge Nazaruddin to be more focused on his defense for the case,” she said.
Angelina Trial
Angelina’s Trial In Angie’s trial on Thursday (29/11) in Jakarta Anti Corruption Court, Nazaruddin, a witness, admitted that during his term as Treasurer of Democrat Party, always reports the expense of the party to Ibas.
He had the duty during his post as Treasurer to report expense out of Rp 64 billion flowing to the party’s cash.
“During my job as the party’s treasurer, I report every month to the Chair and Secretary General, Ibas. I reported all elaborately,” said Nazaruddin in his testimony at the Court on Thursday (29/11) in Jakarta.
Nazar, attacked by Angie’s lawyer, Teuku Nasrulah, then was asked for explanation on Ibas who asked for the report on the expense. “I mean Ibas Yudhoyono. The one whose name is Yudhoyono,” he added.
