PLN Raih Pinjaman Rp8,5 Triliun dari 4 Bank Nasional

PLN Secures Rp8,5 Trillion from 4 National Banks

Reporter : Gatot Priyantono
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


PLN Raih Pinjaman Rp8,5 Triliun dari 4 Bank Nasional
Tegangan tinggi Sutet PLN (Foto: istimewa)

Jakarta (B2B) - PT PLN (Persero) memperoleh pinjaman sebesar Rp8,5 triliun dari sindikasi kredit empat bank nasional yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA) and Bank Nasional Indonesia (BNI)  untuk membiayai investasi kelistrikan, khususnya di proyek transmisi dan jaringan distribusi.

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengatakan pinjaman ini dilakukan perseroan karena kebutuhan investasi perseroan besar, yakni lebih dari Rp40 triliun per tahun dan tiap tahun terus meningkat.

"Pada 2010 kebutuhan investasi perseroan mencapai Rp 45 triliun dan pada 2011 naik menjadi Rp 47 triliun," kata Nur Pamudji.

Sementara untuk realisasi investasi pada 2012 ini pihaknya masih enggan menyebutkan besarannya karena masih harus menunggu realisasi hingga 31 Desember 2012.

"Pendanaan untuk investasi bisa berasal dari dana internal maupun pinjaman," katanya lagi.

Jakarta (B2B) - PT PLN (Persero) secured syndicated loan of Rp8.5 trillion (US$ 884 million) from four national banks were Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA) and Bank Nasional Indonesia (BNI) to finance the company’s investment in transmission and distribution network project. The four banks

President Director of PLN, Nur Pamudji said he company acquired the loan, since PLN’s investment needs exceeded Rp40 trillion, and continued to grow each year.

"PLN’s required investment was at Rp45 trillion in 2010, and climbed to Rp47 trillion in 2011," Pamudji said.

The company declined to mention 2012’s actual investment, since the company had to wait until December 31, 2012 to calculate actualized investment.

“Funding for the investment could be sourced from internal capital or loan,” he said.