Anas Tersangka, Mahasiswa UPI Bandung Penuhi Nazar Gunduli Rambut

Anas be Suspects, UPI Bandung Students Fulfill Promise Denude Head

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Novita Cahyadi


Anas Tersangka, Mahasiswa UPI Bandung Penuhi Nazar Gunduli Rambut
Foto: pesatnews.com

Bandung (B2B) - Dena Widyawan (22), mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mencukur rambutnya hingga gundul. Dena memenuhi nazarnya sebagai rasa syukur atas penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka.

Dena merupakan aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dia rela menggunduli rambutnya sampai plontos di depan Gedung Sate Bandung, Sabtu (23/2). Aksi tersebut diawali orasi oleh beberapa aktivis lainnya yang mengenakan baju merah.

"Terima kasih kepada KPK yang telah menciduk Anas dan menetapkan sebagai tersangka," ujarnya seperti dilansir Merdeka.

"Aksi ini bentuk realisasi dari nazar aktivis GMNI sebelumnya, bahwa jika Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, saya akan menggunduli kepala saya," kata Dena.

Pasca ditetapkannya Anas sebagai tersangka oleh KPK, GMNI, juga menuntut Anas membuktikan ucapannya untuk digantung di Monumen Nasional di Jakarta.

"Katanya, jika Anas terbukti korupsi Rp1 saja, boleh digantung, kami minta buktinya," tandasnya.

Aksi tersebut, menurut Dena, juga sebagai bentuk perlawanan kepada koruptor dalam upaya mengingatkan KPK segera menuntaskan kasus-kasus korupsi di daerah.

"Kami meminta KPK datang ke Jawa Barat untuk menyelidiki kasus bantuan sosial Provinsi Jabar, semoga KPK bisa menunjukkan kembali tajinya sebagai penegak hukum," pungkasnya.

Bandung (B2B) - Dena Widyawan (22), a student majoring in Health Physical Education and Recreation Indonesia University of Education (UPI) Bandung to shave bald. Dena fulfill his vow as gratitude for the determination of Anas Urbaningrum as a suspect.

Dena is an activist of the Indonesian National Student Movement (GMNI) Commissariat Indonesia University of Education (UPI). He was willing to shave her hair to bald at the front of the Sate House Bandung, on Saturday (23/2). Action begins speeches by several other activists wearing red.

"Thanks to the KPK, which has scooped Anas and establish as a suspect," he said as reported by Merdeka.

"This action is a form of realization GMNI activists vow before, that if Anas Urbaningrum named as a suspect by the KPK, I will shave my head," says Dena.

After the enactment of Anas as a suspect by the KPK, GMNI, Anas also demanded his word to be hung in the National Monument in Jakarta.

"He said, if proven corruption Rp1 Anas only, be hanged, we ask for proof," he said.

Action, according to Dena, as well as a form of resistance to corruption in an effort to remind the Commission as soon solve cases of corruption in the region.

"We ask the Commission to come to West Java to investigate cases of West Java provincial social aid, the Commission wishes to show his strength back in law enforcement," he concluded.