PMI DKI Jakarta Kekurangan Stok Darah
Jakarta Indonesian Red Cross Blood Shortages
Reporter : Roni Said
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Jakarta (B2B) - Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menipis pasca Lebaran. Saat ini, stok darah yang tersedia hanya 130 kantong. Padahal, permintaan darah dari berbagai rumah sakit di ibu kota setiap harinya mencapai 800 kantong.
Kepala Bidang Pengadaan Darah PMI DKI Jakarta, Dian Winarti mengatakan, biasanya stok darah di PMI DKI mencapai 1.000 hingga 1.200 kantong per hari. Namun, saat ini hanya tersedia 130 kantong terdiri dari golongan darah (A) 30 kantong, golongan darah (B) 30 kantong, golongan darah (AB) 10 kantong, serta golongan darah (O) 60 kantong. Hal ini, kata Dian, dikarenakan menurunnya jumlah pendonor saat dan pasca Hari Raya Idul Fitri.
"Jumlah pendonor menurun drastis, sementara permintaan darah dari rumah sakit mencapai 800 kantong per hari," ujar Dian, Selasa (5/8).
Untuk menyisiati menipisnya persediaan darah, kata Dian, pihaknya memprioritaskan pemberian darah untuk kondisi darurat. Jika ada pasien yang sangat membutuhkan darah atau keadaan darurat seperti persalinan, maka akan diberikan. Namun jika pasien yang membutuhkan darah tidak dalam keadaan darurat, diusahakan anggota keluarga pasien yang memberikan donor darah. "Karena stok darah menipis, kita andalkan keluarga pasien sebagai pendonor," terangnya.
Selain itu, lanjut Dian, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi di radio dan berkoordinasi dengan instansi-instansi lain seperti TNI dan Polri. Tak hanya itu, pihkanya juga terus melakukan kegiatan donor darah dengan menyediakan mobil donor di mal dan tempat ibadah.
"Sekitar satu hingga dua minggu setelah Lebaran, stok darah akan kembali normal. Soalnya, pendonor sukarela yang merayakan Lebaran di kampung halaman sudah kembali ke Jakarta sehingga dapat mendonorkan darahnya," ungkapnya.
Jakarta (B2B) - Blood stock in Blood Donor Unit (UDD) of Jakarta Indonesian Red Cross (PMI) Post Eid al Fitr 1435 Hijri in keeps thinning. The current blood stock available is only 130 bags. Whereas, the demand for blood in hospitals every day reaches 800 bags.
Head of Jakarta PMI Blood Supply Division, Dian Winarti, said that blood stock is usually reaching 1,000-1,200 bags per day. But, at this time there are only 130 bags consist of blood type A 30 bags, type B 30 bags, type AB 10 bags, and type O 60 bags. Short of blood stock is due to lack of blood donors during and after Eid ul Fitr.
“The amount of blood donors keeps decreasing, while blood demand in hospitals reaches 800 bags per day,” she told, Tuesday (8/5).
To solve the shortage of blood, Winarti stated that Jakarta PMI prioritizes blood provision for emergency cases, like for patients who are going to labor. But if the patients were not in emergency situation, their family members will be asked to donate their blood.
“ Because blood stock is thinning, we rely on the patient’s family members as blood donors ,” she explained.
According to Winarti, to increase blood stock, Jakarta PMI keeps conducting socialization on the radio and coordinating with related units, such as the national army and police. Not only that, blood donation activities are also continuously held at the malls and worship places through blood donor mobile.
“Blood stock is usually back to normal around 1-2 weeks after Eid ul Fitr. This is because mostly blood donors have returned to Jakarta,” she uttered.
