Korporasi Peternakan, Kementan Inisiasi Sinergi Pemda, Investor dan Perbankan

Indonesian Agriculture Ministry Synergy of Government and Investors to Develop Livestock

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Korporasi Peternakan, Kementan Inisiasi Sinergi Pemda, Investor dan PerbankanMentan Andi Amran Sulaiman memberi arahan pada pada pertemuan antara bupati/walikota dengan kalangan perbankan, dan Dirjen PKH I Ketut Diarmita melaporkan realisasi Upsus Siwab 2017 (Foto2: Humas Ditjen PKH)

Jakarta (B2B) - Pemerintah RI inisiasi sinergi pemerintah daerah, investor, perbankan, dan asuransi untuk akselerasi  swasembada daging sapi, yang dirintis Kementerian Pertanian melalui program ´upaya khusus sapi indukan wajib bunting´ disingkat Siwab, dengan realisasi inseminasi buatan (IB) hingga 10 Desember 2017 mencapai 3.720.791 ekor atau 93,02% dari target empat juta ekor, hasilnya 1.653.103 ekor bunting (55,10%) dari target tiga juta ekor dan lahir 709.697 pedet (anak sapi).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah mendorong sinergi pemerintah daerah, perbankan, dan investor karena karakteristik peternakan sapi berbeda dengan ternak lainnya, mengingat jangka waktu usaha yang panjang dan biaya besar.

"Peran swasta sebagai investor, yang berperan sebagai avalis maupun off taker sangat penting dalam mengembangkan kemitraan dengan para peternak. Harap diingat, sebagian besar peternak sapi adalah peternak rakyat dengan skala usaha dua hingga tiga ekor sapi. sehingga harus didorong untuk mengembangkan korporasi peternak yang berorientasi bisnis," kata Mentan Amran Sulaiman didampingi Dirjen Peternakan dan Kesehatan (PKH) I Ketut Diarmita pada pertemuan antara bupati/walikota dengan kalangan perbankan di Jakarta, Kamis (14/12).

Menurutnya, pemerintah telah menggagas program Upsus Siwab untuk mendorong peningkatan produksi daging sapi nasional melalui IB. Kemudian merujuk pada laporan online Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSKHNAS) pada Minggu (10/12) telah lahir 709.697 pedet setelah Ditjen Peternakan melakukan IB pada lebih 3,7 juta ekor sapi dan hampir 1,7 juta ekor sapi dinyatakan bunting.

"Laporan iSKHNAS juga menyebutkan pemotongan sapi rata-rata di atas 22 ribu ekor per tahun, dan Kementan menggandeng Badan Pemelihara Keamanan atau Baharkam Polri untuk melakukan langkah pengendalian khususnya pemotongan sapi betina produktif," kata Mentan.

Program Upsus Siwab bukan sekadar target sapi bunting dan produksi pedet, tapi ditentukan oleh investasi didukung investor nasional dan asing dan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi peternakan. Pasalnya, karakteristik peternakan sapi berbeda dengan industri jasa atau perdagangan, dan pemerintah telah memberikan stimulan melalui program bunga bank bersubsidi pada kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor pertanian dan subsektor peternakan baru mencapai 19,3% atau Rp35,2 triliun dari target nasional Rp182,6 triliun.

"Pemerintah telah hadir untuk peternak sapi melalui regulasi, deregulasi, pembinaan dan pengawasan. Saya harap bupati dan walikota mendukung penyediaan infrastruktur, ketersediaan lahan, dan kemudahan ijin usaha untuk menarik minat investor," kata Mentan.

Jakarta (B2B) - Indonesian government initiates synergy of local governments, investors, banks and insurance for acceleration of beef self-sufficiency, locally known as the Siwab, which was pioneered by the agriculture ministry with
realization of pregnant cows with the artificial insemination (IB) until December 10, 2017 reached 3,720,791 or 93.02% of the target of four million head, realization of pregnancy 1,653,103 (55,10%) from target of three million head, and 706,314 calves.

Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman said government encourages synergy of local governments, banks and investors because characteristics of cattle farms are different from other livestock as a long-term and capital-intensive business.

"The role of the private sector as an investor, acting as avalis and off taker is crucial in developing partnerships with farmers. Keep in mind, most of the cattle ranchers are people farmers with a business scale of two to three cows. so should be encouraged to develop the corporation breeders," said Minister Sulaiman was accompanied by Director General of Livestock and Animal Health, I Ketut Diarmita at the coordination meeting of regent/mayor with banking community here, Thursday (December 14).

According to him, the government has initiated program of Upsus Siwab for achieve beef self-sufficiency with artificial insemination. Then referring to online report of of Indonesian animal health information systems or the iSKHNAS until Sunday, December 10, 709,697 calves have been born after the Directorate General of Livestock and Animal Health conducted artificial insemination on more 3.7 million head of cattle and almost 1.7 million cows are declared pregnant.

"The iSKHNAS online report also mentions average cattle cuts above 22 thousand heads per year, and the ministry invites police to support control especially cutting productive female cattle," Minister Sulaiman said.

The Upsus Siwab program is not just target of pregnant cows and calf production, but is determined by investment supported by foreign investors, and downstream to increase value added of livestock production. Because characteristics of cattle farms is different of service industry or trade, and the government has provided stimulants through subsidized bank interest programs on people´s business loans for agriculture and livestock subsector only reached 19.3% or 35.2 trillion rupiah of the national target of 182.6 trillion rupiah.

"The government has been present for cattle ranchers through regulation, deregulation, guidance and supervision, and I expect regents and mayors to support provision of infrastructure, land and business permits," he said.