Rp20 M, Anggaran Embrio Sapi Unggul 2017 Dukung Upsus Siwab Kementan

Artificial Insemination Chosen by Indonesian Govt for Increase the Cattle Population

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Rp20 M, Anggaran Embrio Sapi Unggul 2017 Dukung Upsus Siwab KementanHEWAN KURBAN: Mentan Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Dirjen Peternakan dan Keswan I Ketut Diarmita (tengah) menyaksikan pemotongan hewan kurban di Mesjid Nurul Iman - Kementan (Foto2: B2B/Gusmiati Waris)

Jakarta (B2B) - Pemerintah RI tahun ini menyediakan Rp20 miliar dari APBN-Perubahan untuk pengadaan embrio sapi unggul, dan  ditargetkan meningkat hingga Rp100 miliar pada 2018, untuk mendapatkan sapi berkualitas bertubuh jangkung dengan bobot minimal 1,3 hingga 1,5 ton per ekor seperti sapi ongole yang disumbangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1438 H.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan alokasi anggaran Rp20 miliar digunakan untuk pengadaan embrio sapi unggulan, yang diperoleh dengan memilih sapi-sapi donor untuk mendapatkan keturunan sifat dari sperma jantan unggulan sehingga dapat mempercepat perbaikan mutu genetik sapi.

"Anggaran Rp20 miliar tersebut untuk alokasi anggaran penyediaan embrio sapi tahun ini, tahun depan mungkin meningkat hingga Rp100 miliar, karena tanpa embrio benih unggul sulit mendapatkan sapi berkualitas seperti ongole, sapi kurban dari Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla itu bobotnya sampai 1,5 ton," kata Mentan kepada pers di Jakarta usai pemotongan hewan kurban di Mesjid Nurul Iman Kementan pada Sabtu (2/9).

Program embrio unggul merupakan bagian dari program upaya khusus sapi indukan wajib bunting disingkat Upsus Siwab untuk mendukung percepatan peningkatan populasi sapi di seluruh Indonesia, dengan perkiraan anggaran Rp1 triliun untuk mencapai target empat juta inseminasi buatan pada sapi indukan dan menghasilkan tiga juta pedet (anak sapi) pada 2017.

Menurutnya, apabila Upsus Siwab dilakukan secara konsisten oleh Kementan maka pencapaian target swasembada sapi dalam sembilan tahun ke depan seperti yang diharapkan Presiden RI Joko Widodo akan terwujud.

"Insya Allah apabila hal ini konsisten kita lakukan maka harapan Presiden Jokowi untuk swasembada sapi dapat kita wujudkan dalam sembilan tahun ke depan, kalau bisa lebih cepat dari target tersebut," kata Mentan didampingi Dirjen Peternakan dan Kesehawan Hewan, I Ketut Diarmita.

Upsus Siwab
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menambahkan Kementan mengembangkan Upsus Siwab untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak rumanansia besar untuk mencapai swasembada protein, dengan target empat juta ekor akseptor dan minimum tiga juta ekor indukan.

"Upsus Siwab 2017 mendorong peningkatan populasi kambing, domba dan ayam dan membangun kemitraan korporasi dengan ternak melalui strategi optimalisasi pelaksanaan inseminasi di 33 provinsi yang dibagi menjadi tiga regional pengembangan," kata Diarmita yang hadir mendampingi Mentan pada penyerahan hewan kurban kepada petugas keamanan (Satpam), petugas kebersihan (cleaning services) dan supir di lingkungan Kementan.

Langkah tersebut melalui pengembangan tiga kawasan regional yakni regional pertama dengan pengembangan sentra sapi secara intensif di Jawa, Bali dan Lampung dengan 3,3 juta populasi betina. Regional ketiga melalui pemeliharaan semi intensif di Sulawesi Selatan, Sumatera dan Kalimantan dengan potensi populasi betina 1,3 juta ekor. Regional ketiga, pemeliharaan ekstensif terhadap 700.000 ekor sapi betina yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua, Maluku, Sulawesi, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kalimantan Utara.

Strategi tersebut didukung beberapa kegiatan penunjang seperti penanaman rumput dan legume seluas 13.000 hektar, penyediaan embung sebagai sumber air, dan penyediaan obat-obatan dan vaksin untuk meningkatkan status kesehatan hewan.

"Program Upsus Siwab akan memantau secara fokus jumlah sapi betina bunting dan pedet yang lahir, maupun sapi betina yang mengalami gangguan reproduksi didukung peningkatan kualitas pakan ternak, kesehatan hewan, rumah potong hewan, logistik dan sarana pendukung lainnya," kata Dirjen Ketut Diarmita.

Jakarta (B2B) - The Indonesian government this year provides 20 billion rupiah of 2017 Revised State Budget for the procurement of cow embryos, and is targeted to increase 100 billion rupiah in 2018, to get quality tall cattle with a minimum weight of 1.3 to 1.5 tons per head such as ongole cows donated by President Joko Widodo and Vice President Jusuf Kalla for sacrificial animals at the celebration of Eid al-Adha.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman said  the budget of 20 billion rupiah is used for the procurement of cow embryos, by choosing donor cows to get offspring the nature of the superior male sperm, thus accelerating the improvement of genetic quality of cattle.

"20 billion rupiah for the procurement of beef embryo this year, next year may increase up to 100 billion rupiah," Minister Sulaiman told the press here on Saturday (September 2).

Previously reported, Indonesian government launched the artificial insemination program for cattle or called the Upsus Siwab for increase the cattle population in Indonesia, with a budget of 1 trillion rupiah with a target of four million artificial insemination of cows that can produce three million of calf in 2017.

Minister Sulaiman said implementation of the program consistently by the agriculture ministry, so that achievement of self-sufficiency of cattle in nine years as expected President Joko Widodo will come true.

"God willing, if consistent the expectations of President Widodo for self-sufficiency in cattle can be realized in nine years, if possible sooner the better,"  Minister Sulaiman said.

Cattle Population
Indonesian government developing the special program to increase the population and livestock production for self-sufficiency in proteins of 2009 through the the artificial insemination program for cattle or called the Upsus Siwab with a target of four million artificial insemination of cows that can produce three million of calf.

"The 2017 Upsus Siwab program encourage increased population of goats, sheep and chickens through the optimization of insemination in 33 provinces divided into three regional development," the Director General of Livestocks and Animal Health I Ketut Diarmita told reporters here on Saturday (September 2).

Regional One, developing centers of cattle in Java, Bali and Lampung with 3.3 million cows. Regional Two through semi-intensive activities in South Sulawesi, Sumatra and Borneo with a potential of 1.3 million cows. Regional Three, extensive maintenance of the 700,000 cows in the province of East Nusa Tenggara (NTT), West Nusa Tenggara (NTB), Papua, Maluku, Sulawesi, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) and North Borneo.

Indonesian government will carry out several activities support the provision of fodder and legume in 13,000 hectares of land, developing water resources facilities, and distribution of vitamins and vaccines to improve animal health.

"The Upsus Siwab program will monitor the number of pregnant cows and calves were born, and cows that causes reproductive problems by improving the quality of animal feed, animal health, slaughterhouses, logistics and other supporting facilities," he said.