Dunia Soroti Eksekusi Mati Terpidana Narkoba Dijadwalkan Paska Lebaran

Indonesia Planning Executions after Eid Holiday

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Dunia Soroti Eksekusi Mati Terpidana Narkoba Dijadwalkan Paska Lebaran
Lapas Nusakambangan tempat eksekusi mati terpidana narkoba tahun lalu (Foto: MailOnline)

INDONESIA berencana mengeksekusi 16 terpidana mati setelah Hari Raya Idul Fitri bulan depan, kata seorang pejabat pada Selasa, mengkonfirmasikan jadwal eksekusi terpidana narkoba.

Para terpidana mati akan dieksekusi "segera setelah" bulan suci Ramadhan, kata Mohammad Rum, Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung kepada AFP, seperti dikutip MailOnline, tetapi ia tidak memberikan tanggal yang tepat.

Ramadan berakhir dengan Lebaran, yang jatuh pada 6 dan 7 Juli 2016.

Rum tidak menjelaskan siapa saja terpidana mati yang akan menghadapi regu tembak, namun Indonesia telah melancarkan kampanye melawan narkotika dan pada 2015 telah mengeksekusi mati 14 narapidana narkoba, sebagian besar warga asing, yang memicu kemarahan internasional.

Tidak ada eksekusi sejak April tahun lalu, Indonesia menegaskan menunda hukuman mati berikutnya untuk fokus pada pemulihan ekonomi yang melambat.

"Kami tidak bisa melakukan itu sebelumnya karena pemerintah berusaha untuk meningkatkan perekonomian, tapi sekarang kami akan melanjutkan eksekusi mati setelah Lebaran," kata Rum.

Rum mengatakan para terpidana mati akan menjalani eksekusi di depan regu tembak di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah, seperti dilakukan sebelumnya.

Ada puluhan narapidana narkoba yang divonis mati di Indonesia, di antaranya beberapa warga asing termasuk Serge Atlaoui dari Prancis dan Mary Jane Veloso asal Filipina, yang keduanya batal dihukum mati menjelang eksekusi mati.

Wanita gaek asal Inggris Lindsay Sandiford divonis mati di Bali setelah dia tertangkap menyelundupkan sejumlah besar kokain ke Bali.

Presiden Joko Widodo menyatakan perang terhadap narkoba setelah ia menjabat pada 2014, mengatakan bahwa Indonesia menghadapi keadaan darurat karena meningkatnya penggunaan narkotika dan pengedarnya harus dihukum berat.

Ada dua putaran eksekusi mati tahun lalu. Putaran kedua pada April, yang membidik dua warga Australia, Brasil dan empat Nigeria dihukum mati, menyebabkan reaksi diplomatik yang paling serius.

Setelah eksekusi dari penyelundup narkoba Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, pemerintah Australia menarik duta besarnya dari Jakarta untuk sementara.

INDONESIA plans to put 16 convicts to death after next month´s Muslim Eid holiday, an official said Tuesday, confirming executions were set to resume after a hiatus.

The death row convicts will be executed "immediately after" the Islamic holy month of Ramadan, Mohammad Rum, a spokesman for the attorney-general´s office, told AFP, but he did not give a precise date.

Ramadan ends with the Eid al-Fitr holiday, which falls in Indonesia on July 6 and 7.

Rum did not say who would face the firing squad, but Indonesia has been waging a campaign against narcotics and in 2015 executed 14 drug convicts, mostly foreigners, sparking international outrage.

There have been no executions since April last year, with Indonesia saying it was pausing capital punishment to focus on fixing its slowing economy.

"We could not do it earlier because the government was trying to improve our economy, but now we will take some action after Eid," Rum said.

Rum said the convicts would likely be put to death by firing squad on the prison island of Nusakambangan, off Java, where executions are usually carried out.

There are scores of drug convicts on death row in Indonesia, among them foreigners including Frenchman Serge Atlaoui and Filipina Mary Jane Veloso, who were both pulled from the last round of executions.

British grandmother Lindsay Sandiford is on death row in Bali after she was caught smuggling a huge stash of cocaine into the resort island.

President Joko Widodo declared a war on drugs when he took office in 2014, saying that the country was facing an emergency due to rising narcotics use and traffickers should be severely punished.

There were two rounds of executions last year. The second round in April, which saw two Australians, a Brazilian and four Nigerians put to death, caused the most serious diplomatic backlash.

Following the executions of the Australian drug smugglers, Andrew Chan and Myuran Sukumaran, Canberra temporarily recalled its ambassador from Jakarta.