Banjir Akibatkan Kerugian Ratusan Miliar Rupiah

The Losses are Predicted to Reach Hundred of Billion Rupiah by Floods

Reporter : Gatot Priyantono
Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Banjir Akibatkan Kerugian Ratusan Miliar Rupiah
Foto: solopos.com

Jakarta (B2B) - Aktivitas perekonomian, baik sektor riil maupun bursa saham, terganggu akibat banjir yang melanda Jakarta, Kamis.  Kerugian diprediksi mencapai ratusan miliar rupiah.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DKI Jakarta melaporkan Kawasan Industri Pulogadung lumpuh sehingga sekitar 300 pabrik harus berhenti berproduksi. Perkantoran di kawasan pusat bisnis seperti Thamrin, Sudirman dan Rasuna Said banyak yang tutup. Sementara layanan transportasi darat, termasuk commuter line, terputus sehingga pekerja memilih untuk kembali ke rumah.

Wakil Ketua Umum Kadin Provinsi DKI Jakarta, Saman Simanjorang mengatakan penghentian operasi ratusan pabrik di Pulogadung mengakibatkan kerugian sekitar Rp 1,5 miliar per hari. Pengusaha berharap pemerintah bisa segera mengatasi masalah banjir yang melanda ibu kota.

Namun, pemerintah menilai bencana banjir kali ini tidak akan mengurangi minat investor untuk membenamkan modalnya di Indonesia, seperti yang dialami Thailand tahun lalu.

“Sampai saat ini saya belum mendengar ada investasi yang terhambat,” tegas  Chatib Basri,  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Jakarta (B2B) - Economic activities, both in real and stock markets, are disrupted due to floods hitting Jakarta, Thursday. The losses are predicted to reach hundreds of billion rupiah.

The Indonesian Chambers of Trade and Industry (Kadin) of Jakarta reported that around 300 factories in the Pulogadung Industrial Complex must cease operations. Most offices at central business areas were closed. Land transportation services including commuter line were blocked by floods hence many workers could not reach their place of work.

Saman Simanjorang, Vice Chairperson at Kadin of Jakarta, explained hundreds of factory shutdown at Pulogadung caused losses of Rp 1.5 billion a day. The industry expected the government can soon solve the flood problem hitting the capital city.

However, the government deemed the flood this time will not reduce investors’ interest in putting in their money in Indonesia as Thailand has experienced last year.

“As of now, I have not heard any investment suspension,” Chatib Basri, Head of the Indonesia’s Investment Coordinating Board (BKPM), said.