Media Asing Sebut 100 Ribu Peserta Reuni 212 di Monas

Thousands of Islamists march in Jakarta ahead of Elections

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Media Asing Sebut 100 Ribu Peserta Reuni 212 di MonasFoto: AFP/MailOnline

MEDIA asing menyebut sekitar 100.000 orang yang mengikuti Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu, memperingati dua tahun sejak demonstrasi yang menyebabkan jatuhnya mantan Gubernur DKI Jakarta yang beragama Kristen, setelah salah satu kandidat presiden berusaha menggalang dukungan menjelang pemilihan umum tahun depan.

Mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat ini menjalani hukuman dua tahun penjara lantaran penistaan agama menyusul unjuk rasa 212 pada 2016, yang dituding sebagai eskalasi intoleransi beragama di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, reputasinya dikenal dunia sebagai negara pluralis.

Para pengamat mengatakan politik identitas dan meningkatnya intoleransi tampaknya akan menonjol - bersama dengan ekonomi - dalam kampanye untuk pemilihan umum bulan April mendatang di seluruh Indonesia.

Pada Minggu, sekitar 100.000 orang bergabung dalam demonstrasi damai, dengan 23.000 petugas mengamankan acara tersebut, kata juru bicara polisi Jakarta Argo Yuwono kepada AFP.

Para demonstran - banyak yang berpakaian putih dan membawa bendera-bendera Islam - berkumpul di Monumen Nasional, yang juga dihadiri oleh mantan jenderal dan calon presiden Prabowo Subianto yang tampil berbicara.

Prabowo Subianto mendukung Reuni 212 pada 2016 yang mendorong terjungkalnya Ahok, dan pengamat mengatakan Reuni 212 diperkirakan bermotif politik untuk mendukung salah satu kandidat presiden pada Pilpres pada April 2019.

Prabowo menghadapi petahana Joko Widodo, yang telah memilih tokoh ulama Ma´ruf Amin sebagai calon wakil presidennya, sebuah langkah yang menurut para pengamat akan meningkatkan Jokowi sebagai Muslim.

Presiden Jokowi juga mendukung unjuk rasa 2016, yang dikenal sebagai "demonstrasi 212" dari singkatan tanggal unjuk rasa pada 2 Desember 2016 disingkat menjadi 212 seperti dilansir MailOnline.

AROUND 100,000 people marched in Indonesia´s capital Sunday to mark two years since a demonstration that led to the fall of Jakarta´s Christian ex-governor, as presidential candidates seek to rally support ahead of next year´s general election.

Former governor Basuki Tjahaja Purnama was voted out of office and later jailed for two years for blasphemy following the 2016 protests, in a case seen as an example of rising religious intolerance in Muslim-majority Indonesia.

Indonesia, the world´s most populous Muslim-majority country, has seen its reputation for pluralism eroded by a surge in attacks on minorities.

Analysts say identity politics and rising intolerance are likely to feature prominently -- along with the economy -- in campaigning for next April´s general election across the sprawling Southeast Asian archipelago.

On Sunday, some 100,000 people joined the peaceful rally, with 23,000 officers securing the event, Jakarta police spokesman Argo Yuwono told AFP.

The demonstrators -- many dressed in white and carrying Islamic flags -- gathered at the National Monument, where former general and presidential candidate Prabowo Subianto spoke.

Subianto supported the rally that led to Purnama´s ouster in December 2016, and analysts say Sunday´s rally may have been politically motivated to boost his chance of winning the presidential elections set for April.

He will face President Joko Widodo, who has chosen conservative cleric Ma´ruf Amin as his vice presidential candidate, a move analysts think will bolster the president´s Islamic credentials.

Widodo also supported the 2016 rally, known as "212 demonstration" after the date when it was held -- the second of December.