2018 Beda dengan 1998, Fondasi Ekonomi RI Kuat karena Koperasi dan UKM

Resistant to Economic Crisis, Indonesia`s Economy is Supported by Cooperatives and SMEs

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


2018 Beda  dengan 1998, Fondasi Ekonomi RI Kuat karena Koperasi dan UKMMenkop UKM AAGN Puspayoga (kiri) Foto: Humas Kemenkop UKM

Yogyakarta, DIY (B2B) - Masyarakat diingatkan tidak perlu khawatir menghadapi depresiasi rupiah terhadap dolar AS, karena fondasi ekonomi Indonesia 2018 ditopang pertumbuhan ekonomi 5,27% dan inflasi di bawah 4%. Koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) terbukti ´tahan banting´ atasi krisis moneter 1998 yang membangun usahanya dengan sumber daya dari dalam negeri.

"Ekonomi Indonesia tidak jelek, apalagi fondasi ekonomi di tangan koperasi dengan jumlah anggotanya 25 juta orang, itu sangat luar biasa," kata Menteri Koperasi & UKM AAGN Puspayoga pada orasi ilmiah di kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Jumat (7/9).

Puspayoga menambahkan, ketidakpastian ekonomi saat ini akibat tekanan ekonomi global bukan masalah fundamental ekonomi bangsa. Berbeda dengan ´Krismon 1998´ yang dipicu pertumbuhan ekonomi minus 13% dan kredit macet 30%, namun saat itu koperasi dan UKM tetap eksis dan ´tahan banting´ meski rupiah terpuruk.

"Jangan khawatir fondasi ekonomi Indonesia ada di koperasi yang tidak tergantung pada impor, yang kena itu kan yang impor," kata Menteri Puspayoga. 

Menurutnya, koperasi merupakan bentuk nyata dari sistem ekonomi Indonesia yang tidak ternilai, berazas kekeluargaan dan sejak lama menjadi solusi bagi persoalan ekonomi rakyat, sehingga kepercayaan terhadap koperasi sangat diperlukan dan harus dipertahankan dengan mengembangkan koperasi berkualitas.

"Kita dulu sering mendengar, masyarakat biasa ke koperasi apa pun kebutuhannya misalnya ibu-ibu butuh pinjaman untuk biaya sekolah anaknya datang ke koperasi," kata Puspayoga.

Yogyakarta (B2B) - Indonesian government asks people not to worry due to rupiah depreciation, because Indonesian economy 2018 is supported by 5.27% econoic growth and inflation below 4%. Cooperatives and small and medium businesses or the UKM proved resistant to the 1998 financial crisis who built their business of domestic sources.

"Indonesia´s economy is not bad, the economic foundation in the hands of cooperatives with a total of 25 million members, it is extraordinary," said the Cooperatives and SMEs Minister AAGN Puspayoga here on Friday (September 7).

He said the current economic uncertainty due to global economic pressure, not because of Indonesia´s economic fundamentals. Unlike the economic crisis triggered by economic growth of minus 13% and 30% of bad loans, but at that time cooperatives and SMEs still existed and resilient even though the rupiah fell.

"Don´t worry that Indonesia´s economic foundation is in cooperatives that are not dependent on imports," said Minister Puspayoga.

According to him, cooperatives are a tangible form of Indonesia´s invaluable economic system, the principle of kinship and a solution to the economic problems of the people, so that trust in cooperatives is very necessary and must be maintained by developing quality cooperatives.

"We often heard, the community is used to cooperatives whatever their needs, for example, mothers need a loan for their children´s school fees to come to the cooperative," Mr Puspayoga said.