Wajar Tanpa Pengecualian, Jamsyar Bukukan Pertumbuhan Laba 12,77 Persen pada 2022

Indonesia`s Jamkrindo Syariah Optimistic 2022 Business will Grow Positively

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Ismail Gani
Translator : Dhelia Gani


Wajar Tanpa Pengecualian, Jamsyar Bukukan Pertumbuhan Laba 12,77 Persen pada 2022
PERTUMBUHAN POSITIF: Endang Sri Winarni Direktur Keuangan, SDM dan Umum (kiri), Gatot Suprabowo, Direktur Utama Jamsyar (tengah) dan Achmad Sonhadji Direktur Operasional PT Jamkrindo Syariah (kanan) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. (Foto: Jamsyar)

Jakarta [B2B] – Performance PT Jamkrindo Syariah [JamSyar] terus naik meroket dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dibuktikan dari Laporan Keuangan yang mendapatkan "Audit tanpa Modifikasian" [Wajar tanpa Pengecualian].

Laporan Keuangan diaudit secara transparan dan independen oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan [Firma anggota jaringan global PwC] yang di-release pada Selasa lalu.

Berdasarkan laporan keuangan audited pada 2022, Laba bersih tumbuh 12,77% YoY dari Rp168,16 miliar menjadi Rp. 189,63 miliar. Pendapatan Kafalah Bersih [Penjaminan Bersih] JamSyar naik 10,74% YoY dari Rp264,54 miliar menjadi Rp292,96 miliar. Dari sisi ekuitas JamSyar pada tahun 2022 juga mengalami peningkatan menjadi Rp1.145,82 Miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp977.04 Miliar.

Selain itu dari total asset Jamsyar membukukan senilai Rp2,449 triliun. JamSyar juga memiliki Cadangan Teknis yang dihitung oleh Konsultan Aktuaria Independen Padma Radya Aktuaria dan diaudit oleh PricewaterhouseCoopers [PwC] berupa Cadangan Klaim dan Imbal Jasa Kafalah ditangguhkan yang mampu untuk menjawab tantangan dimasa yang akan datang. 

"Ini menunjukan bahwa Jamsyar selalu istimewa. Di tahun buku 2022 JamSyar memiliki Cadangan klaim Rp366,89 miliar dan imbal jasa kafalah ditangguhkan sebesar 715,19 miliar, artinya JamSyar dinilai cukup untuk menanggung arus kas masa depan terkait dengan liabilitas atas klaim dalam penyelesaian dan juga risiko yang belum dijalani (Unexpired risk reserve)," kata Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo, pada Kamis [30/3]. 

Menurutnya, dari sisi rasio klaim Jamsyar mencatat sebesar 31,79% dan Default Rate sebesar 0,48%, Hal ini menunjukkan JamSyar mampu meningkatkan kualitas penjaminan yang menjadi salah satu fondasi bagi sustainability growth perusahaan.

"Untuk wajib pajak, JamSyar juga patuh dalam menjalankan sistem perpajakan sesuai ketentuan perundang-undangan secara baik dan benar. Ditahun 2022, JamSyar membayarkan pajak senilai Rp45,4 miliar, ungkapnya.

JamSyar merupakan anak perusahaan dari PT Jamkrindo dimana 99,929% kepemilikan saham dimiliki oleh PT Jamkrindo dan 0,071% dimiliki oleh Koperasi Warga Jamkrindo Sejahtera [KOWAJASA]. 

PT Jamkrindo sendiri adalah perseroan milik negara. Dengan laba sebesar Rp189,63 miliar dan pembayaran pajak sebesar Rp45,4 miliar maka JamSyar turut berkontribusi kepada negara.

Jamsyar sebagai salah satu lembaga keuangan syariah juga patuh terhadap ketentuan zakat. Di tahun 2022, Jamsyar membukukan zakat sebesar Rp6 miliar yang akan disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan.

"JamSyar selalu berkomitmen mendukung program pemerintah melalui mekanisme penjaminan dengan produk Kredit Usaha Rakyat [KUR], Kredit Modal Kerja Pemulihan Ekonomi Nasional [KMK PEN] serta Proyek Strategis Nasional [PSN] antara lain Pembangunan Infrastruktur Ibukota Negara [IKN] Pembangunan Infrastruktur Layanan Umum," pungkas Gatot.

Jakarta [B2B] - Unit of sharia companies of a subsidiary of Credit Guarantee Indonesia Corp., locally known as the Jamkrindo, Jamkrindo Syariah called the Jamsyar targets business growth in 2022. The target achievement will be supported by the development of 14 service unit offices, by exploring business potential in eight cities without neglecting the potential of the region, and local development banks in the local area become business partners, according to the CEO of Jamsyar Gatot Suprabowo here on Thursday [March 30/3]