Rp902,9 M atau 75%, Capaian Dana Bergulir Pengalihan LPDB-KUMKM Dilaporkan ke BPK

Indonesia`s Fund Management Face the Constraints of Soft Loan Arrears

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Rp902,9 M atau 75%, Capaian Dana Bergulir Pengalihan LPDB-KUMKM Dilaporkan ke BPKFoto: Humas LPDB-KUMKM

Surabaya, Jatim (B2B) - Total dana bergulir pengalihan yang masuk ke rekening Lembaga Pengelola Dana Bergulir - LPDB KUMKM mencapai Rp902,9 miliar atau 75,1% dari target Rp1,2 triliun, yang harus masuk tahun ini sesuai kewajiban yang dibebankan pada LPDB dan sudah dilaporkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dana tersebut berasal dari pengalihan dana bergulir yang sebelumnya telah disalurkan kepada 12.257 koperasi sejak tahun 2000 hingga 2017.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Keuangan LPDB - KUMKM, Ahmad Nizar; dan Direktur Pengembangan Usaha LPDB - KUMKM, Adi Trisnojuwono pada rapat koordinasi (Rakor) Pengalihan Dana Bergulir serta Sosialisasi dan Bimtek Program Insklusif LPDB KUMKM 2018 di Surabaya, belum lama ini.

Ahmad Nizar mengatakan sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No 99/2008 bahwa tugas LPDB dalam hal pengalihan dana bergulir ini adalah 10 tahun, yang akan berakhir pada 2018, namun LPDB-KUMKM terus berupaya dan tetap optimistis dalam hal pengalihan dana bergulir dengan target-target yang optimal.

"Koperasi penerima dana bergulir itu jenis usahanya beragam seperti pertanian, perikanan dan simpan pinjam. Intinya, kita ingin koperasi itu terus eksis, salah satunya terwujud dalam pengembalian dana bergulir, dan LPDB akan terus melakukan pembinaan," katanya.

Dia menambahkan, apabila hingga akhir penugasan berakhir dan dana terkumpul tidak mencapai target, LPDB-KUMKM akan membicarakan kembali dengan lembaga berwenang seperti Kemenkop UKM, Kementerian Keuangan, dan BPK, "bagaimana sebaiknya penyelesaiannya."

Adi Trisnojuwono menambahkan apakah ada perpanjangan atau yang lain, LPDB tentu harus duduk bersama untuk penyelesaiannya karena masih menghadapi berbagai kendala dalam pengalihan dana bergulir sehingga proses pengalihan tidak bisa cepat dilakukan.

"Misalkan koperasi penerima dana bergulir sudah tutup, atau pengurusnya sudah tidak ada, ini akan masuk ranah yang lain, harus dibicarakan dulu bagaimana penyelesaiannya," tambahnya.

Surabaya of East Java (B2B) - Total soft loan funds returned by the cooperative to the Indonesian government through fund management institutions lending to cooperatives and SMEs or the LPDB-KUMKM reaches 902.9 billion rupiah or 75.1% of the target of 1.2 trillion rupiah, which must be signed deposited this year, and has been reported to the State Audit Board (BPK). The amount is from the transfer of soft loans that have received 12,257 cooperatives from 2000 to 2017.

It was stated by the Director of Finance LPDB-KUMKM, Ahmad Nizar and Director of Business Development LPDB-KUMKM, Adi Trisnojuwono at the coordination meeting here recently.

Mr Nizar said according to Minister of Cooperatives and SME Regulation No. 99/2008 that the task of LPDB in the case of transfer of funds is 10 years, which will end in 2018, but LPDB-KUMKM continues to work and remain optimistic with optimal targets.

"The cooperative receives soft loans from various types of businesses such as agriculture, fishery and savings and loans. Basically, we want the cooperative to exist, one of which is the ability to return the soft loan fund," he said.

He said if until the end of the assignment ends and fails to reach the target, LPDB-KUMKM will talk back with the authorities such as Cooperatives and SMEs Ministry, Finance Ministry and State Audit Board, "how best solution."

Trisnojuwono said whatever the obstacles, LPDB will approach to overcome various obstacles so that soft loan refund target can be achieved.

"For example, credit cooperatives are already closed, or cooperative management is not responsible, will be resolved legally, and should still be discussed how to solve it," he said.