Pemerintah Akan Seleksi 150 KUKM yang Layak `Go International` di Pasar Global

Indonesian Govt Supports Cooperatives and SMEs Go International in the Global Market

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Pemerintah Akan Seleksi 150 KUKM yang Layak `Go International` di Pasar Global
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran di Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta (kiri) Foto: B2B/Mya

Jakarta (B2B) - Pemerintah RI tahun ini menargetkan 150 koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM) dari seluruh Indonesia untuk 'go international' dengan mengikuti pameran dagang di mancanegara, sementara 830 KUKM akan difasilitasi untuk pameran di dalam negeri.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran di Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta mengatakan pihaknya akan menyeleksi KUKM yang akan didukung pemerintah untuk mengikuti pameran internasional, sehingga produk dan jasa yang mereka tawarkan memenuhi standar internasional.

"Kami akan melakukan seleksi ketat terhadap kemampuan manajemen, kualitas produk, hingga kemampuan finansialnya dari KUKM sebelum go international. Jangan sampai ketika diajak pameran di Hong Kong, misalnya, tetapi tidak sanggup menerima pesanan," kata I Wayan Dipta kepada pers di Jakarta pada Rabu.

Menurutnya, untuk mendapatkan 150 KUKM maka pihaknya akan melibatkan kementerian terkait untuk mendukung identifikasi target pasar seperti Malaysia untuk produk makanan halal, kopi untuk Korea dan Jepang, mebel untuk Dubai, dan pakaian pantai untuk Amerika Serikat.

Reformasi Birokrasi
Sesuai semangat reformasi birokrasi, Kemenkop dan UKM merampingkan struktur organisasi seperti menggabungkan dua deputi, bidang produksi dengan bidang pemasaran dan jaringan usaha, menjadi deputi bidang produksi dan pemasaran.

"Program kegiatannya merupakan kegiatan utuh dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan sistem bisnis dan penerapan teknologi tepat guna produk pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, industri dan jasa kemudian ditingkatkan standarisasi dan sertifikasi mutu produknya. Setelah siap untuk memasuki pasar, diberikan fasilitasi promosi melalui pameran di dalam dan luar negeri serta fasilitasi pembangunan pasar rakyat," kata Wayan Dipta.

Dia menambahkan, dengan pagu anggaran 2016 sebesar Rp156,4 miliar untuk melaksanakan bantuan langsung kepada masyarakat berupa pembangunan pasar rakyat di pedesaan dan kawasan perbatasan, dan pasar murah di 15 lokasi di seluruh Indonesia.

"Selain fasilitasi pameran bagi 830 KUKM di dalam negeri dan 150 KUKM di mancanegara, kami juga harus mendukung program peningkatan capacity building melalui bimbingan teknis, temu konsultasi, dan focus group discussion kepada anggota koperasi untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka," katanya lagi.

Jakarta (B2B) - The Indonesian government to target 150 cooperatives and SMEs called the KUKM from across Indonesia for go international this year to participate in trade fairs abroad, while 830 KUKM will be facilitated for the exhibition in the country.

The Deputy of Production and Marketing in Cooperatives and SMEs Ministry, I Wayan Dipta said it will select the KUKM which will supported by the government to participate international exhibitions, so that the products and services they offer must be able to meet international standards.

"We will make selection of management capabilities, product quality, until the financial ability of the KUKM before go international. They must be ready and able to accept orders from international buyers," I Wayan Dipta told reporters here on Wednesday.

According to him, for get the best of KUKM then his party will involve relevant ministries to support the identification of target markets such as Malaysia requiring halal food, coffee for Korea and Japan, furniture for Dubai, and beach clothing for markets in the United States.

Bureaucratic Reforms
In accordance spirit of bureaucratic reforms, the ministry has been restructured organizations such as combining two deputies, production and marketing as a deputy production and marketing.

"Program activities from upstream to downstream, starting with the improvement of business systems and the application of technology to agriculture, forestry, fisheries, livestock, industry and services was increased standardization and certification of products. Once ready, they will receive promotional support for exhibitions in and outside country, and we also will build people's market," Mr Dipta said.

He added, with a budget of 156.4 billion in 2016, among others for support the development of local markets in rural and border areas, and the low-cost market in 15 locations across Indonesia.

"Besides supporting the KUKM for exhibitions in the country and abroad, we must also support the capacity building program through technical assistance, consultation meeting, and focus group discussion to member cooperatives for increase their insight and knowledge," he said again.