RI, Korea Selatan Komitmen Restorasi Sungai Ciliwung US$10 Juta

RI, South Korea Commit to US$10 Million Ciliwung Restoration

Reporter : Rizki Saleh
Editor : Ismail Gani
Translator : Parulian Manalu


RI, Korea Selatan Komitmen Restorasi Sungai Ciliwung US$10 Juta
Sungai Ciliwung di kawasan Bogor (Foto: mediaindonesia.com)

Jakarta (B2B) - Indonesia dan Korea Selatan, Senin, menandatangani kerjasama senilai US$10 juta untuk mendukung restorasi Sungai Ciliwung yang kondisinya sangat tercemar.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Bhaltasar Kambuaya dan mitranya dari Korea Selatan, Yoo Young Sook.

Pemerintah Indonesia menyediakan dana Rp10 miliar dan US$9 juta dalam bentuk grant atau hibah dari pemerintah Korea Selatan.

"Industrialisasi yang begitu pesat di Korea Selatan mengakibatkan pencemaran sungai yang serius, seperti kasus Sungai Han. Tapi kami melakukan pekerjaan restorasi di sungai dan telah berhasil menangani kerusakan, "kata Yoo setelah penandatanganan.

Restorasi dilakukan di wilayah Jabodetabek akan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan limbah domestik dan pusat pelatihan untuk mendidik warga yang bermukim di pinggir Sungai Ciliwung.

Balthasar mengatakan proyek, ditargetkan rampung pada 2015, diharapkan dapat mengembalikan fungsi Ciliwung, yang kondisi lingkungan telah memburuk sejak 1960-an.

"Setelah itu kami berharap Ciliwung bisa menjadi ikon [Jakarta] ... selain dari Monas [Monumen Nasional], "kata Balthasar.

Dia menambahkan, restorasi Ciliwung itu diharapkan dapat menjadi sebagai model dari upaya restorasi terhadap 13 sungai tercemar lainnya di seluruh Indonesia.

Panjang Sungai Ciliwung mencapai 120 kilometer dan mengalir dari kawasan pegunungan di Bogor, Jawa Barat, melalui Depok dan Jakarta sebelum bermuara di Teluk Jakarta.

Jakarta (B2B) - Indonesia and South Korea on Monday signed a new partnership that will see a $10 million restoration of Jakarta’s heavily polluted Ciliwung River undertaken.

The agreement was signed in Jakarta by Indonesian Environment Minister Balthasar Kambuaya and his South Korean counterpart, Yoo Young Sook.

Rp 10 billion ($1.04 million) of the funds will come from the Indonesian government, and $9 million will be a grant from South Korean authorities.

“South Korea’s rapid industrialization has resulted in serious river pollution, such as in the case with the Han River. But we did restoration works on the river and have managed to handle the damages,” Yoo said after the signing.

Restoration works in the Greater Jakarta area will include the construction of domestic waste processing facilities and a center to educate people living along the banks of the Ciliwung.

Balthasar said the project, set to conclude in 2015, was expected to restore the functions of the Ciliwung, whose environmental conditions have been deteriorating since the 1960s.

“After that we hope the Ciliwung can be an icon [of Jakarta] ... aside from Monas [the National Monument],” Balthasar said.

He added that the Ciliwung's restoration was expected to serve as a model for the restoration efforts of 13 other polluted rivers across Indonesia.

The Ciliwung spans 120 kilometers and flows from mountainous Bogor, West Java, through Depok and Jakarta before emptying in Jakarta Bay.