Sumberdaya Sewatama Tawarkan Obligasi Rp219 M dan Rp581 M
Sumberdaya Sewatama Offers Bonds Rp219 B dan Rp581 B
Reporter : Ali Nugroho
Editor : Hari Utomo
Translator : Parulian Manalu
Jakarta (B2B) - Perusahaan penyewaan mesin pembangkit listrik PT Sumberdaya Sewatama menawarkan obligasi I/2012 terdiri dari dua seri masing-masing Rp219 miliar dan Rp581 miliar.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan hari ini, Jumat (23/11/2012), surat utang Rp219 miliar merupakan seri A bertenor tiga tahun dan dan Rp581 miliar merupakan seri B dengan jangka waktu lima tahun.
Selain itu, perseroan juga mengeluarkan sukuk ijarah I/2012 dengan sisa imbalan sukuk ijarah sebanyak-banyaknya Rp200 miliar berjangka 5 tahun.
"Obligasi I/2012 telah aktif sejak kemarin dan masa penawaran umum dijadwalkan akan berlangsung pada 26-27 November 2012," ujar manajemen Sumberdaya Swasetama.
Manajemen memaparkan, dana yang diraih dari obligasi dan sukuk ijarah tersebut, sebanyak 60% akan digunakan untuk membayar utang perusahaan terhadap PT Bank DBS Indonesia. Sisanya, 40% dialokasikan sebagai modal kerja untuk membeli persediaan suku cadang peralatan perusahaan.
"Kami menunjuk PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah perseroan," tambah manajemen.
Jakarta (B2B) - Generator engine rental company, PT Sumberdaya Sewatama offered two series of Bond I/2012 valuing at Rp219 billion and Rp581 billion.
According to the prospectus published on Friday (23/11/2012), the Rp219 billion-worth bond is the A series bond with three years tenor, while the IDR581 billion-worth B series has five years tenor.
The company also issued Ijarah Islamic bonds with fixed return at IDR200 billion at the most within five years.
“Bond I/2012 has been active since yesterday and the public offering is scheduled to be held on November 26-27,” said Sumberdaya Sewatama management.
The management explained that the 60% of the proceeds from the bonds and sukuk ijarah will be used to for debt settlement to PT Bank DBS Indonesia. The remaining 40% will be allocated as working capital to purchase parts and equipments.
"We appointed PT DBS Vickers Securities Indonesia and PT Mandiri Sekuritas as underwriters of bonds and sukuk ijarah issuance," management continued.
