Bom Bunuh Diri di Mapolresta Solo jadi Sorotan Dunia

IS-linked Suicide Bomber Hits Indonesia Police Station

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Bom Bunuh Diri di Mapolresta Solo jadi Sorotan Dunia
Foto: MailOnline

SEORANG pelaku bom bunuh diri mengendarai sepeda motor meledakkan dirinya di luar sebuah kantor polisi di Solo, Indonesia pada Selasa, melukai seorang petugas polisi yang dikatakan terkait dengan kelompok Negara Islam (ISIS).

Serangan terjadi di kota Solo, kota kelahiran Presiden Joko Widodo, berlangsung ketika pemimpin Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran bersama keluarganya.

Pihak berwenang di negara mayoritas Muslim yang paling padat penduduknya di dunia yang bersiaga satu hari sebelum Idul Fitri, di tengah kekhawatiran militan terkait ISIS dapat meluncurkan serangan baru setelah serangan mematikan di Jakarta pada Januari.

Polisi mengatakan mereka menduga penyerang adalah seorang pria bernama Nur Rohman, yang diduga bagian dari jaringan yang dikendalikan oleh Bahrun Naim, militan Indonesia yang berjuang dengan ISIS di Suriah.

Nur Rohman lolos dari operasi anti-teror sebelum Tahun Baru yang berwenang mengatakan telah menggagalkan serangkaian serangan, menurut polisi.

Pelaku penyerangan pada Selasa berhasil melewati penjaga pos dan ke halaman markas polisi di Solo di Jawa Tengah pada pagi dini hari dan terdengar membaca ayat-ayat Alquran, kata sumber polisi.

Dia meledakkan dirinya dan tewas setelah berhadapan dengan seorang personel polisi, yang menderita cedera mata dan luka bakar.

"Dia dipaksa keluar menggunakan sepeda motor dan meledakkan dirinya," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar, menambahkan bahwa serangan itu "dipastikan" terkait dengan IS.

Presiden Jokowi Widodo menyerukan orang-orang untuk tetap waspada setelah serangan, yang terjadi pada hari terakhir bulan puasa Ramadhan.

"Saya telah memerintahkan kepala polisi untuk memburu dan menangkap jaringan terkait dengan bom bunuh diri ini," katanya.

Pistol dan bunuh diri serangan bom di Jakarta awal tahun ini menewaskan empat warga sipil dan empat penyerang. Hal itu diklaim oleh ISIS dan serangan utama teror Islam pertama di Indonesia selama tujuh tahun.

Indonesia telah mengalami beberapa serangan ekstremis Islam dalam 15 tahun terakhir, termasuk bom Bali pada 2002 yang menewaskan 202 orang.

Sebuah tindakan keras telah melemahkan jaringan paling berbahaya tetapi munculnya ISIS terbukti seruan baru ampuh untuk radikal Indonesia, dan ratusan orang menuju Timur Tengah.

Bulan lalu polisi menangkap tiga tersangka militan yang dituduh berencana untuk meluncurkan bom bunuh diri ISIS terinspirasi di kota Surabaya, seperti dikutip AFP yang dilansir MailOnline.

A SUICIDE bomber riding a motorbike blew himself up outside an Indonesian police station Tuesday, injuring one officer in an attack officials said was linked to the Islamic State group.

The attack in Solo city, the country's radical heartland and the hometown of President Joko Widodo, came as the Indonesian leader was preparing to visit to celebrate the Islamic holiday of Eid with his family.

The authorities in the world's most populous Muslim-majority nation are on alert a day before Eid, amid fears IS-linked militants could launch fresh attacks after a deadly assault in Jakarta in January.

Police said they suspected the attacker was a man called Nur Rohman, who is allegedly part of a network controlled by Bahrun Naim, an Indonesian militant fighting with IS in Syria.

Rohman escaped an anti-terror operation just before New Year that authorities said foiled a series of attacks, according to police.

Tuesday's attacker got past a guard post and into the yard of the police headquarters in Solo on Java island early in the morning and was heard citing Islamic verses, police sources said.

He detonated his explosives and died after being confronted by a police officer, who suffered an eye injury and burns.

"He forced his way in using a motorbike and blew himself up," said national police spokesman Boy Rafli Amar, adding that the attack was "definitely" linked to IS.

Widodo called for people to remain alert after the assault, which happened on the last day of the Islamic fasting month of Ramadan.

"I have ordered the police chief to hunt down and catch the network linked to this suicide bombing," he said.

The gun and suicide bombing attack in Jakarta earlier this year killed four civilians and four assailants. It was claimed by IS and was the first major Islamist terror attack in Indonesia for seven years.

Indonesia has suffered several Islamic extremist attacks in the past 15 years, including the 2002 Bali bombings that killed 202 people.

A crackdown had weakened the most dangerous networks but the emergence of IS has proved a potent new rallying cry for Indonesian radicals, with hundreds heading to fight in the Middle East.

Last month police arrested three suspected militants accused of planning to launch IS-inspired suicide bombings in the city of Surabaya.

Solo is considered a hotbed of radicalism and is where firebrand cleric Abu Bakar Bashir, now in jail, ran an Islamic boarding school that trained militants.