BW: "Hanya Doa Orang Dhuafa dan Tertindas yang Akan Tolong Bangsa Ini"

Bambang Widjojanto: "Only the Prayers of the Poor and Oppressed Will Help Indonesia"

Reporter : Rusdi Kamal
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


BW: "Hanya Doa Orang Dhuafa dan Tertindas yang Akan Tolong Bangsa Ini"
Bambang Widjojanto didampingi Abraham Samad saat bersiap meninggalkan gedung KPK menuju Bareskrim Polri (Foto: tribunnews.com)

Jakarta (B2B) - Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) mengaku siap ditahan seusai diperiksa oleh Bareskrim Polri sebagai tersangka dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010.

"Siap dong, siap dong, siap lah, siap, siap, cuma alasan penahannya apa ya? Itu yang harus ditanya," kata Bambang di gedung KPK Jakarta, Selasa.

Bambang mengucapkan terima kasih sekaligus selamat tinggal kepada sekitar seratusan pegawai KPK dan pegiat antikorupsi berpakaian hitam-hitam karena dia akan diperiksa oleh Bareskrim Polri pada hari ini sekitar pukul 13.00 WIB.

Bambang juga didampingi oleh Komisioner KPK lain yaitu Abraham Samad, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja serta pengacaranya Nursyahbani Katjasungkana dan Leiliana Santoso.

Ketiga pimpinan KPK tersebut juga sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sejumlah pihak.

Saat dikonfirmasi mengenai pelaporan ke Bareskrim, Zulkarnain juga menolak untuk berkomentar.

"Saya tidak tahu, saya tidak tahu, tanya saja ke Mabes, ke Baresrkim ya," jawab Zulkarnain.

Bambang pun mengaku bahwa ia rela memberikan nyawanya demi pemberantasan korupsi.

"Kalau toh akibat terberat saya harus meninggalkan jasad saya maka itu akan saya ambil. Tapi saya percaya Allah berada pada pihak yang benar. Hanya doa orang dhuafa dan tertindas yang akan menolong bangsa ini," ungkap Bambang dengan nada tinggi.

Kedatangannya untuk diperiksa di Bareskrim menurut Bambang juga sebagai contoh tindakan penegak hukum yang taat hukum.

"Saya selaku pimpinan penegak hukum akan datang menunjukan kelasnya bahwa penegak hukum akan taat pada hukum," tambah Bambang.

Bambang pun yakin datang ke Bareskrim karena didampingi oleh pengacara yang merupakan rekannya.

"Saya pergi untuk kembali jadi jangan dibikin serius banget. Di samping saya ada Nursyabani Katjasungkana dan Leiliana Santoso yang sudah bersama saya selama 30 tahun. Mereka orang luar biasa, jadi saya aman didampingi orang yang luar biasa dan dahsyat," jelas Bambang.

Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan kedua Bambang di Bareskrim Polri setelah dilaporkan oleh anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sugianto Sabran pada 19 Januari 2015. Sugianto adalah calon bupati Kotawaringin Barat yang bersengketa di MK pada 2010.

Sebelumnya Bambang ditangkap tim penyidik dari Subdirektorat VI Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Kejahatan Khusus Bareskrim Polri pada 23 Januari 2015 dan baru dilepaskan pada 24 Januari 2014 dini hari karena permintaan sejumlah pihak.

Jakarta (B2B) - The Indonesian Anti-graft Body, known as KPK Commissioner Bambang Widjojanto said he was ready for being detained after the police investigators here on Tuesday questioned him in connection with the Kotawaringin Barat election dispute case in 2010.

"I am ready but what is the reason for arresting me? This is the question that must be raised (to the police investigators)," he told journalists prior to his questioning.

Mr Widjojanto thanked and said "good bye" to more than a hundred employees of the antigraft body and anticorruption activists in black costumes before going to the police headquarters in South Jakarta.

He was summoned by the police investigators who would question him about his alleged role in directing a witness for giving false testimony in connection with the election dispute case.

Accompanied by other KPK commissioners, including Abraham Samad and Adnan Pandu Raja, and his lawyers, Nursyahbani Katjasungkana and Leiliana Santoso, Widjojanto said his coming to the police headquarters was his respect to law.

"As a commissioner of a law enforcement body, I would like to show my class as a law enforcer who respect the law," he said.

He further said that in combating corruption crimes, he was even ready for giving his life but he did believe that the almighty God would be in the side of those holding the truth. "Only the prayers of the poor and oppressed will help Indonesia."

The KPK commissioners announced on January 13, 2015 that Commissioner General Budi Gunawan, the sole candidate for the Indonesian Police Chief, was named a suspect in a corruption case.

The antigraft bodys investigators accused Budi Gunawan of receiving bribes through a suspicious transaction when he headed the Police Headquarters Career Planning Bureau in 2003-2006 and other posts in the police.

Since then, the KPK and Indonesian Police have been trapped into a conflict situation after certain elements in the society filed reports about the alleged wrongdoings of four KPK commissoners, including Bambang Widjojanto, in connection with different legal cases to the police.

However, the only KPK commisssioner who has so far been named a suspect by the police is Bambang Widjojanto.