Disandera Lebih Setahun, Dua Nelayan Indonesia di Filipina Dibebaskan

Two Indonesian Hostages Freed in Philippines

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Disandera Lebih Setahun, Dua Nelayan Indonesia di Filipina Dibebaskan Foto: AFP/MailOnline

DUA NELAYAN Indonesia telah dibebaskan oleh militan Islam setelah lebih dari satu tahun disandera di Filipina selatan, kata polisi Sabtu.

Tidak ada komentar resmi mengenai kondisi fisik kedua orang yang ditangkap dari kapal penangkap ikan mereka di perairan antara Filipina selatan dan Malaysia pada November 2016, kata polisi.

Kedua sandera dilaporkan diserahkan oleh "warga negara yang bersangkutan" Kamis malam kepada seorang mantan gubernur di pulau selatan Jolo, kelompok sempalan dari kelompok ekstremis Abu Sayyaf, beberapa di antaranya telah berjanji untuk setia kepada kelompok negara Islam tersebut, pernyataan tersebut menambahkan.

Mantan gubernur tersebut memanggil polisi untuk  membebaskan keduanya. Pejabat tidak akan mengatakan jika uang tebusan, motif yang sering terjadi untuk penculikan semacam itu, telah dibayarkan dalam kasus ini.

Abu Sayyaf adalah jaringan militan yang terbentuk pada 1990an dengan dukungan dana dari jaringan Al-Qaeda Osama bin Laden, dan telah menghasilkan jutaan dolar dari aksi sebagai perompak dan penculikan untuk meminta tebusan, yang seringkali menargetkan orang asing.

Kelompok ini berbasis di pulau selatan yang dilanda perselisihan seperti Jolo namun anggotanya kadang-kadang melintasi perbatasan maritim selatan untuk melakukan serangan di Malaysia.

Hal ini telah mendorong Malaysia dan Indonesia untuk bergabung dengan Filipina dalam meningkatkan patroli lautnya di wilayah tersebut.

Pejabat kedutaan Indonesia tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Anggota Abu Sayyaf termasuk di antara kelompok bersenjata Muslim yang menyerang di selatan kota Marawi pada Mei, mengakibatkan pertempuran lima bulan yang membuat lebih dari seribu orang tewas.

Dalam insiden lain di Filipina selatan, sekitar 10 ekstremis Muslim bentrok dengan tentara sebelum Sabtu pagi, kata militer.

Tidak ada konfirmasi korban di kedua belah pihak namun pasukan kemudian menemukan granat, roket dan bendera IS berwarna hitam seperti dikutip AFP yang dilansir MailOnline.

TWO INDONESIAN fishermen have been released by Islamic militants after more than a year in captivity in the southern Philippines, police said Saturday.

There were no official comments on the physical condition of the two who were snatched from their fishing vessel in the waters between the southern Philippines and Malaysia in November 2016, a police statement said.

The two were reportedly turned over by a "concerned citizen" late Thursday to a former governor on the southern island of Jolo, a longtime haunt of the Abu Sayyaf extremist group, some of whose members have pledged allegiance to the Islamic State group, the statement added.

The ex-governor called the police who picked up the two. Officials would not say if ransom, a frequent motive for such abductions, was paid in this case.

The Abu Sayyaf is a loose network of militants formed in the 1990s with seed money from Osama bin Laden´s Al-Qaeda network, and has earned millions of dollars from banditry and kidnappings-for-ransom, often targetting foreigners.

The group is based in the strife-torn southern islands like Jolo but its members have sometimes crossed the southern maritime borders to carry out attacks in Malaysia.

This has prompted Malaysia and Indonesia to join forces with the Philippines in boosting its sea patrols in the area.

Indonesian embassy officials could not be contacted for comment.

Abu Sayyaf members were among the Muslim armed groups who rampaged through the southern city of Marawi in May, resulting in a five-month long battle that left more than a thousand dead.

In another incident in the southern Philippines, about 10 Muslim extremists clashed with soldiers before dawn Saturday, the military said.

There was no confirmation of casualties on either side but troops later recovered grenades, rockets and a black IS flag.